Cerita dari Tokaka

oleh -57 views
Link Banner

Oleh: Sofyan Daud, Anggota DPRD Maluku Utara

Hari menggelincir sore. Di atas dermaga lengang Desa Tokaka, Gane Barat Utara (GBU). saya rehat sejenak, tak memedulikan terik dan lambai angin yang seolah beradu posisi.

Yang saya pentingkan ialah merapikan ingatan, menyimpan hasil peninjauan rencana kegiatan percepatan pembangunan infrastruktur jalan jembatan di Kecamatan ini.

Di Desa Tokaka, rehat menikmati kelapa muda dari warga, saya sempatkan mampir, bersilaturahni ke rumah orang tua Jaib Haer Hukum. Jaib, sahabat seorganisasi semasa kami kuliah di Ambon, paroh awal 1990.

Link Banner

Meski kini kami beda partai, itu tak jadi hambatan. Persahabatan kami yang berasa bak saudara jauh lebih dulu ada, sebelum kami memasuki parpol masing-masing. Dunia parpol dengan segala fenomena tarung daya dan adu kepentingan yang kadang aneh, kurang masuk akal, gaduh juga kadang merusak kohesi, kedekatan, obyektifitas.

Baca Juga  4 Keputusan Kunci yang Bikin Real Madrid Jadi Tim Tangguh di Musim 2019-2020

Jaib, sahabat saya itu, akhir-akhir ini memang lebih sering di Jakarta. Tapi ketika saya bertanya ke warga setempat dan mengetahui ibundanya sedang ada di rumah, saya sempatkan bersua, mengenal, menanya kabar beliau.

Di awal persuaan, beliau agak heran, mungkin juga bertanya-tanya, tamu siapa yang bertandang ke rumahnya di siang terik. Tapi sesudah saya perkenalkan diri, bahwa saya sahabat putranya, beliau tersenyum sumringah.

Sungguh itu membetikkan kebahagiaan tersendiri di hati saya. (*)