Porostimur.com, Teheran – Ketika Amerika Serikat (AS) mengerahkan Kelompok Tempur Kapal Induk USS Abraham Lincoln dan Presiden Donald Trump mengancam akan menyerang Iran dengan kekuatan besar, Teheran tidak gentar. Negara para mullah itu justru mengancam akan melakukan perang habis-habisan, yang tak hanya menargetkan pasukan Amerika tapi juga wilayah Israel dan negara-negara tetangga yang mendukung agresi Washington.
“Serangan terbatas [AS] adalah ilusi. Setiap tindakan militer oleh Amerika, dalam bentuk apa pun dan pada tingkat apa pun, akan dianggap sebagai awal perang, dan tanggapannya akan segera, komprehensif, dan belum pernah terjadi sebelumnya, ditujukan kepada agresor, kepada jantung Tel Aviv, dan kepada semua yang mendukung agresor,” tulis Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Ali Shamkhani, di X baik dalam bahasa Persia maupun Ibrani.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi juga memperingatkan bahwa pasukan Iran akan menanggapi dengan keras setiap operasi militer AS, tetapi tidak mengesampingkan kesepakatan baru tentang program nuklir Teheran.
“Angkatan Bersenjata kami yang gagah berani siap—dengan jari-jari mereka di pelatuk—akan segera dan dengan kuat menanggapi setiap agresi terhadap tanah, udara, dan laut kami tercinta,” tulisnya di di X, seperti dikutip dari Times of Israel, Kamis (29/1/2026).









