Damage Control

oleh -40 Dilihat

Dalam pemerintahan di mana patronase bapakisme menjadi sentralnya, penjilatan kepada bapak adalah sumbu utamanya. Ketika presiden mengatakan para pengkritik pemerintah adalah antek-antek asing maka para penjliat di bawahnya akan semakin mengeraskan narasi itu dan bahkan tidak mungkin akan menerjemahkannya menjadi tindakan.

Kalau kita percaya pada versi cerita dari Prabowo tentang Tim Mawar, persis inilah yang terjadi. Soeharto mendengar para aktivis sudah main bom. Ia hanya memerintahkan, “bereskan” kepada Wiranto. Dan itu terdengar oleh Prabowo dan dia bertindak sendirian dengan Tim Mawarnya.

Saya tidak mengatakan bahwa para perwira BAIS yang dituduh melakukan penyiraman air keras itu berada dalam efek berantai ini. Saya kira terlalu jauh karena mereka yang ditahan itu hanyalah aparat-aparat pelaksana. Kita belum tahu di mana rantai komandonya berhenti.

Baca Juga  Kisah Nabi Idris AS: Pelopor Peradaban Bergelar Asadul Usud

Yang mau saya garisbawahi adalah bahwa ucapan presiden ini akan diterjemahkan dan akan menciptakan efek berantai untuk aparat bawahannya. Mereka yang di bawah tahu bahwa kalau melaksanakan apa yang diinginkan presiden akan mempermulus karir mereka.

Apakah aparat-aparat pelaksana ini tahu akan konsekuesinya? Saya kira mereka tahu. Namun mereka bisa bersembunyi dibalik “perintah atasan.” Bahkan mereka yang memberi perintah dalam garis komando ini bisa berkilah bahwa mereka ‘menerjemahkan perintah atasan” yaitu presiden. Dan mereka tahu persis bahwa kalau pun kejahatan mereka terbongkar, mereka tidak akan dihukum. Bahkan mungkin kelak akan jadi jendral seperti anggota-anggota Tim Mawarnya Prabowo.

No More Posts Available.

No more pages to load.