Oleh sebab itu lomba menyanyi tradisional dan tiup musik suling bambu yang dilaksanakan hari ini sudah seharusnya mendapat sambutan yang positif untuk dapat mengembangkan potensi suling bambu yang unik dan khas dan berbeda dengan daerah-daerah lainnya di Indonesia.
Sebagaimana diketahui sejarah hidup dan perjalanan Nen Dit Saknas yang menjadi leluhur dan akar lahirnya hukum adat larwul ngabal yang menjadi pedoman hidup masyarakat Pulau Kei, untuk itu kegiatan seperti ini rutin dilaksanakan setiap tahun dengan protokol kesehatan yang tetap.
Hadir dalam Kegiatan tersebut Bupati Maluku Tenggara, H. Muhamad Thaher Hanubun, Komandan Lanud D. Dumatubun, Letkol Pnb Ruli Surya P.S, Kadisops Lanud D. Dumatubun, Mayor Tek Yongki K. Lumowa, Kasdim 1503/Malra, Mayor Inf Richard Sampuri, Kapolsek Kei Kecil Timur, Iptu A. Rande Salu dan para tokoh agama dan masyarakat Pulau Kei. (saad)









