Dari LIN Hingga Kelangkaan Listrik di Maluku, 2 Hal yang Dibahas Pemprov & Pempus

oleh -55 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Bertempat di Swiss Belhotel Ambon, Kamis (3/6/2021) Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) dapil Maluku menggelar Focus Group Discussion (FGD) untuk membahas Tantangan Pembangunan Industri Maritim Dalam Mewujudkan Kesejahteraan Rakyat Maluku.

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Maluku, Lucky Wattimury mengatakan ada empat isu yang didiskusikan dalam pertemuan tersebut.

“Jadi hari ini, saya mengikuti kegiatan Focus Group Discussion yang dilaksanakan oleh DPD RI. Ada empat isu yang menjadi perhatian dalam diskusi kita tadi, yang pertama tentang Lumbung Ikan Nasional, yang kedua tentang Blok Masela, yang ketiga tentang Ambon New Port dan yang keempat tentang pariwisata”, ujarnya kepada wartawan di Kantor DPRD Maluku.

Namun menurutnya, ada dua hal yang menjadi fokus pembahasan yaitu mempersiapkan masyarakat Maluku untuk menyambut pembangunan Pelabuhan Terpadu Lumbung Ikan Nasional dan masalah kelangkaan listrik di Maluku.

Dirinya menuturkan, Pemerintah Pusat dalam hal ini Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) meminta agar pemerintah daerah baik pemerintah provinsi maupun pemerintah kabupaten/kota dapat membina masyarakat Maluku, terutama para nelayan supaya bisa mengelola laut dan perikanan secara baik agar ketika Pelabuhan Terpadu Lumbung Ikan Nasional ini beroperasi, pemerintah maupun masyarakat sudah benar-benar siap.

Baca Juga  DWP Kankemenag SBB Gelar Raker Tahun 2021

“Ada dua hal yang perlu mendapat perhatian kita yang pertama itu adalah bagaimana mempersiapkan masyarakat Maluku untuk menyambut pembangunan Pelabuhan Terpadu Lumbung Ikan Nasional yang dibangun di Desa Waai itu, sebab dalam informasi yang disampaikan oleh Staf KKP, itu bisa dipastikan bahwa kalau sampai masyarakat Maluku tidak siap nanti kita akan jadi penonton di rumah kita sendiri. Jangan sampai pelabuhan besar ini yang sudah dibangun tidak ada isinya”, tandasnya.

Terkait dengan masalah kelangkaan listrik di Maluku, Wattimury menjelaskan, listrik merupakan salah satu hal penting untuk mendukung berbagai macam kegiatan yang dilaksanakan pemerintah daerah, baik itu parwisata, LIN, ataukah Blok Masela. Namun dibeberapa daerah di Maluku masih terdapat daerah yang tidak ada listriknya.

Baca Juga  Air Mata Untuk Putra

Ia melanjutkan, ketiadaan aliran listrik di beberapa daerah di Maluku dikarenakan adanya larangan tentang pengadaan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD). Oleh karenanya, dalam kesempatan itu Pemprov Maluku meminta agar Maluku bisa memberikan kekhususan, sehingga pengadaan PLTD diizinkan untuk pulau-pulau di Maluku.

“Tadi juga kami sampaikan kepada yang mewakili Menteri ESDM dan juga SKK Migas, supaya apa yang kami harapkan segera ditanggapi dengan baik, karena masyarakat Maluku ini masih tertinggal dari aspek yang satu itu. Ada banyak wilayah masih gelap gulita, ada yang hanya menyala pada malam hari, sedangkan siang hari itu tidak nyala. Kalau tidak nyala di siang hari, orang mau kerja apa? Bagaimana siswa-siswa mau belajar dengan baik? apalagi anak-anak sekolah kita ikut kegiatan belajar lewat virtual”, terangnya.

Baca Juga  Presiden Jokowi Lantik Anggota Kabinet Indonesia Maju

Dirinya juga menambahkan, agar kelangkaan kelistrikan di Maluku terutama di pulau-pulau itu bisa dan harus menjadi perhatian yang serius dari Pempus.

“Kalau Maluku mau disejajarkan dalam hal pendidikan, kesehatan dan sebagainya faktor pendukung utama adalah soal listrik itu, mudah-mudahan itu menjadi perhatian pemerintah”, tutupnya. (alena)

No More Posts Available.

No more pages to load.