Dari Sukatani hingga Kunto Aji, Dukungan untuk 11 Warga Maba Sangaji Menggema di Ibukota

oleh -269 views

Tak ketinggalan, Sukatani — grup musik yang identik dengan penampilan bertopeng dan kritik sosial dalam liriknya — juga menggaungkan solidaritas serupa.

“Kami mendukung pembebasan 11 masyarakat adat Desa Maba Sangaji yang dikriminalisasi akibat menolak tambang di tanahnya sendiri. Kami percaya, suara yang terus diulang akan menggema sampai ke telinga keadilan. Mari bersuara setiap hari.”

Dukungan Meluas dari Kalangan Seniman dan Aktivis

Gelombang solidaritas ini bukan datang dari dunia musik saja. Sebelumnya, sederet tokoh hiburan dan aktivis juga turut menyuarakan pembelaan terhadap 11 warga Maba Sangaji yang dianggap menjadi korban kriminalisasi.

Nama-nama seperti Gianlugi Christoivok (komika dan kreator konten), aktivis lingkungan Mika Ganobal, serta Usman Hamid, Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, turut mengutuk penahanan warga dan mendesak pembebasan segera.

“Kami mencatat upaya warga mempertahankan tanah dan hak hidupnya sebagai bentuk keberanian sipil yang sah,” tulis Usman Hamid dalam pernyataan terbuka sebelumnya.

Baca Juga  5 Shio Paling Beruntung di Bulan Mei 2026, Keberkahan dari Melepaskan

Menggema Hingga Ibukota

Isu tambang nikel di Halmahera Timur kini tak lagi hanya jadi percakapan lokal. Penahanan warga Maba Sangaji telah memantik gelombang empati yang mengalir hingga Jakarta dan media sosial nasional, menandai babak baru solidaritas lintas wilayah dan profesi dalam perjuangan lingkungan dan hak masyarakat adat.

No More Posts Available.

No more pages to load.