Datangi Mapolda Malut, Mahasiswa dan Keluarga Korban Tuntut 4 Pelaku Pemerkosaan di Halteng Dihukum Mati

oleh -246 views
Link Banner

Porostimur.com – Ternate: Ratusan mahasiswa bersama keluarga korban pemerkosaan NU mendatangi Polda Maluku Utara. Mereka mendesak agar pihak kepolisian memberikan sanksi berat kepada para pelaku, Senin (18/10/2021).

NU diketahui telah mengembuskan napas terkahir di RSUD Chasan Boisoirie Ternate, pada Sabtu, akhir pekan. Remaja asal Patani, Hamahera Tengah ini diperkosa oleh enam pria pada awal Oktober di kamar kost salah satu pelaku.

Ketika diperkosa, wajah NU sempat ditutupi selimut untuk mencegahnya berteriak. Dalam tahap penyelidikan ini, polisi baru mengamankan empat pelaku.

Empat pelaku itu di antaranya DN dan HN asal Halmahera Barat, DK asal Tidore, dan OG asal Pulau Obi. Mereka merupakan karyawan perusahaan tambang, yakni PT IWIP.

Sementara dua lainnya masih dalam proses pencarian. Salah satu massa aksi, Yulia, mengatakan polisi harus menindak tegas pelaku sesuai dengan pasal-pasal yang berlaku.

Baca Juga  Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Kota Ambon, Ahad 9 Mei 2021

“Polisi harus tindak tegas pelaku menggunakan pasal-pasal yang berat, bila perlu hukum mati atau hukuman seumur hidup,” teriak Yulia.

Sementara keluarga korban, L Sahrul, meminta polisi segera menangkap dua pelaku yang masih berkeliaran. Keluarga bahkan meminta pihak Polda untuk mengevaluasi Polres Halmahera Tengah.

Kabid Humas Polda Maluku Utara, Kombes Pol Adip Rojikan, mengatakan dalam kasus ini pihaknya tetap akan menindak sesuai dengan prosedur dan aturan yang berlaku.

“Setelah kami menangkap, ada waktu 20 hari untuk melengkapi barang bukti, kemudian melakukan pemberkasan, kemudian dikirim ke jaksa, dan tuntutan itu akan diselesaikan di pengadilan,” jelas Adip mengutip cermat.

Ia mengatakan, saat ini belum dapat dipastikan berapa total jumlah pelaku, karena akan berdasarkan penyelidikan lebih lanjut.

Baca Juga  Buka Pelatihan Publik Speaking, Kadiv Humas: Sebagai Tindak Lanjut Pemantapan Komunikasi Publik

“Dari Polres Halteng sendiri telah menetapkan kasus dengan pasal-pasal yang ancamannya adalah hukuman mati, atau setidaknya hukuman seumur hidup,” jelasnya.

(red/cermat)

No More Posts Available.

No more pages to load.