Imam Muslim meriwayatkan dari ‘Abdullah bin ‘Amr Radhiyallahu anhuma, beliau berkata, “Rasulullah SAW bersabda:
“Dajjal keluar, kemudian Allah mengutus Isa bin Maryam seakan-akan ia adalah Urwah bin Mas’ud, lalu beliau mencarinya (Dajjal), kemudian membinasakannya.”
“Selanjutnya manusia berdiam selama tujuh tahun di mana tidak ada permusuhan di antara dua orang. Lalu Allah mengutus angin dingin dari arah Syam, tidak ada seorang pun di muka bumi yang memiliki kebaikan atau keimanan sebesar biji sawi di dalam hatinya melainkan Allah mencabutnya, walaupun seseorang di antara kalian masuk ke tengah-tengah gunung niscaya angin tersebut akan memasukinya sehingga ia mencabutnya (mewafatkannya).” (HR Muslim)
Beberapa hadis telah menunjukkan bahwa keluarnya angin ini terjadi setelah turunnya Nabi Isa as, tepatnya setelah terbunuhnya Dajjal dan binasanya Yajuj dan Majuj.
Demikian pula, sesungguhnya keluarnya angin tersebut terjadi setelah matahari terbit dari barat, setelah keluarnya binatang besar (dari perut bumi) juga berbagai macam tanda-tanda besar kiamat lainnya.
Berdasarkan hal itu, maka keluarnya angin sangat dekat dengan terjadinya kiamat.
Hadis-hadis yang menjelaskan keluarnya angin ini sama sekali tidak bertentangan dengan hadis:









