Delapan Bahasa Daerah di Maluku Utara Terancam Punah

oleh -15 Dilihat
Pemerintah Provinsi Maluku Utara (Malut) memperkuat kolaborasi dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk menjaga keberlangsungan bahasa daerah sekaligus meningkatkan literasi dan pemartabatan bahasa Indonesia di daerah.

“Pekerjaan untuk merawat bahasa daerah tentu saja menjadi berat ketika kita mulai memasuki asimilasi atau perkawinan antarsuku. Oleh karena itu, kami sangat bersyukur atas kolaborasi bersama Balai Bahasa agar kita bisa terus menjaganya,” ujar Samsuddin.

Selain pelestarian bahasa daerah, Sekda juga menekankan pentingnya penggunaan bahasa Indonesia yang baik di lingkungan pendidikan sebagai bahasa penghubung antarsuku.

Ia berharap program-program peningkatan literasi, termasuk pengembangan perpustakaan keliling, terus diperkuat sehingga dapat meningkatkan minat baca dan pemahaman siswa di berbagai wilayah Maluku Utara.

Kemendikdasmen Dorong Empat Program Prioritas

Dalam pertemuan tersebut, Hidayat Widiyanto memaparkan sejumlah program prioritas Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa yang membutuhkan dukungan Pemerintah Provinsi Maluku Utara.

Pertama, program peningkatan literasi melalui distribusi buku bacaan bermutu kepada 749 sekolah, terdiri dari 513 SD dan 236 SMP.

Baca Juga  Bappenas: Kenaikan Muka Air Laut di Maluku Harus Jadi Perhatian Utama Pembangunan

Setiap SD akan menerima 200 eksemplar buku dengan 100 judul, sedangkan setiap SMP memperoleh 300 eksemplar dari 100 judul, dengan masing-masing judul sebanyak tiga eksemplar.

Kedua, bantuan bagi komunitas literasi. Sebanyak 110 komunitas literasi akan mendapatkan bantuan stimulus sebesar Rp50 juta per komunitas. Sementara komunitas sastra mendapat dukungan antara Rp100 juta hingga Rp150 juta untuk menjaga aktivitas literasi dan kesastraan di tengah masyarakat.

No More Posts Available.

No more pages to load.