Desak Polda Ungkap Pembunuh Warga Banemo, Formapas Malut: Jangan Kambing Hitamkan Kelompok Nomaden

oleh -32 Dilihat
Kabid Partisipasi Pembangunan Daerah PP FORMAPAS MALUT Brayen Putra Lajame, menilai penyebutan karakteristik kelompok nomaden belum cukup untuk menjawab pertanyaan utama mengenai siapa yang bertanggung jawab atas kematian Ali Daud.

Desak Evaluasi Penyidikan dan Pengawasan Eksternal

FORMAPAS juga menyoroti barang-barang yang ditemukan di sekitar lokasi kejadian, termasuk anak panah tradisional dan bivak. Menurut Brayen, keberadaan benda tersebut belum dengan sendirinya membuktikan identitas pelaku maupun keterkaitannya dengan tindak pidana.

Karena itu, ia meminta seluruh barang bukti diuji secara ilmiah dan dikaitkan dengan rangkaian fakta lainnya sebelum digunakan untuk menarik kesimpulan mengenai pelaku.

Atas penanganan perkara tersebut, PP FORMAPAS MALUT menyampaikan tiga tuntutan kepada aparat penegak hukum.

Pertama, meminta Kapolda Maluku Utara mengevaluasi kinerja tim penyidik Ditreskrimum dan memastikan penyidikan diarahkan untuk mengungkap pelaku secara konkret, termasuk menelusuri berbagai kemungkinan motif.

Kedua, FORMAPAS meminta faktor geografis maupun dugaan pola hidup pelaku yang disebut nomaden tidak dijadikan alasan untuk memperlambat pengungkapan perkara.

Baca Juga  Keluarga Casis TNI di Sula Klaim Setor Rp112 Juta, Minta Pangdam Pattimura Bantu Penyelesaian

Ketiga, mereka meminta Mabes Polri dan Komnas HAM melakukan asistensi serta pengawasan terhadap proses penanganan kasus tersebut.

“Keadilan untuk almarhum Ali Daud dan kepastian hukum bagi warga Halmahera Tengah tidak boleh digadaikan dengan alasan-alasan yang mengambang. Polisi harus membuktikan profesionalismenya,” tutup Brayen.

No More Posts Available.

No more pages to load.