DiCaprio, Hutan Indonesia, dan Sunyi Para Pesohor

oleh -13 Dilihat

Sarah Sechan—pemeran dan presenter—ikut menanggapi polemik tersebut dengan celotehan satire yang tajam. Menurutnya, jutaan pengikut para influencer itu berguna untuk membantu memilih presiden yang sekarang berkuasa. Kalimat pendek itu segera menarik perhatian. Ia menggeser pembicaraan dari sekadar jumlah pengikut menuju pertanyaan tentang hubungan antara popularitas, kepentingan politik, dan tanggung jawab sosial.

Besarnya pengaruh para influencer semestinya sejalan dengan tanggung jawab sosial mereka. Jutaan pengikut bukan sekadar angka untuk menarik pengiklan, memperbesar keuntungan, atau menaikkan nilai komersial sebuah nama. Di dalamnya ada kekuatan untuk menarik perhatian publik dan menggerakkan percakapan tentang persoalan yang menyangkut kehidupan banyak orang.

Ketika hutan terbakar dan masyarakat menanggung akibatnya, senyapnya figur-figur dengan jangkauan sebesar itu patut digugat. Popularitas memang dapat mendatangkan kekayaan, tetapi pengaruh yang hanya berputar di sekitar kepentingan diri sendiri menyisakan pertanyaan: ke mana tanggung jawab sosial itu diletakkan?

Baca Juga  DPRD Halbar Desak Pengebom Ikan Ditindak Tegas, Gubernur Malut Diminta Turun Tangan

Leonardo DiCaprio dan para pesohor dalam negeri itu hidup dalam dunia yang sama-sama akrab dengan sorotan publik. Namun, ketika kebakaran hutan menjadi persoalan bersama, perhatian mereka justru menjadi bahan perbincangan yang berbeda. DiCaprio membawa persoalan itu ke hadapan pengikutnya, sementara nama-nama seperti Raffi Ahmad, Ria Ricis, dan Atta Halilintar dipertanyakan karena belum terdengar menyuarakan hal serupa.

No More Posts Available.

No more pages to load.