Kadkbud Malut berharap, dengan terlaksana kegiatan ini, mendapat timbal balik dari pihak kesultanan Jailolo di Halbar untuk menjadi catatan penting bagi Dikbud Pemprov Malut.
“Mudah-mudahan saja, apa yang kita kerjakan hari ini ada timbal balik. Karena tim kami dari Dikbud Pemprov Malut ke sini tidak sekedar memfasilitasi, tapi kami juga ajak mereka belajar bagaimana keadaan di sini, bagaimana catatan historis kesultanan ini untuk menjadi bagian penting dalam tata kelola pemerintahan kita di Malut,” harap Kadis Abubakar.
Dirinya juga menyampaikan, pesan dari Gubernur dan Wabup Malut kepada pihak perangkat adat Kesultanan Jailolo maupun semua warga, bahwa dengan merespon dinamika dan perkembangan jaman yang semakin cepat ini, kiranya cara yang paling efektif adalah kembali memahami apa posisi manusia yang sesungguhnya. Dan yang paling efektif adalah bagaimana mengenal dekatkan identitas diri yang sesungguhnya, berangkat dari identitas lokal yang diturun temurun oleh para leluhur.
“Inilah cara paling efektif agar kita bisa memproteksi, melindungi dari pengaruh pengaruh eksternal yang begitu kencang dan kuat. Eranya teknologi bergerak cepat, saya kira cara yang bisa kita lakukan adalah bagaimana kita menghidupkan kembali warisan warisan leluhur kita. Inilah cara paling efektif,” tutur dia.











