Diktuba 2019, Wadah Tingkatkan Kualitas SDM Polri

oleh -56 views
Link Banner

[carousel_slide id=’11594′]

@Porostimur.com | Ambon : Semakin kompleksnya masalah yang akan dihadapi, baik saat ini maupun beberapa waktu kedepan, mengharuskan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) memiliki kualitas sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni, khususnya dalam mengelola organisasi dimaksud.

Hal ini ditegaskan Kapolda Maluku, Irjen Pol. Drs Royke Lumowa,MM, saat resmi membuka pendidikan pembentukan bintara (Diktuba) tahun 2019, di Lapangan SPN Polda Maluku, Selasa (6/8).

Diktuba 2019 ini diikuti oleh 215 calon bintara (Caba) yang ditandai peresmian pembukaannya dengan pemotongan rambut dan penyiraman air kembang.

Menurutnya, ketersediaan personel yang memiliki kualitas unggul, menjadi aspek penting dalam mewujudkan keberhasilan pelaksanaan tugas Polri.

”Hal ini tidak dapat dipisahkan dari berbagai dinamika dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara,” ujarnya mengutip sambutan Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri), Jenderal Prof. H Muhammad Tito Karnavian Ph.D.

Berbagai kejahatan lintas negara, jelasnya, seperti terorisme dan perdagangan narkotika, kejahatan terhadap kekayaan negara, berupa korupsi dan illegal fishing, kejahatan berimplikasi kontinjensi, seperti kerusuhan massa dan unjuk rasa anarkis, serta kejahatan konvensional, terus membutuhkan penanganan yang serius oleh Polri.

Baca Juga  Band Savana Nada

”Termasuk pesatnya perkembangan teknologi informasi, telah melahirkan berbagai bentuk kejahatan siber yang membutuhkan penanganan secara profesional,” jelasnya.

Tantangan tugas Polri, terangnya, juga terkait erat dengan perkembangan iklim demokrasi di tanah air.

Dimana, hal ini dimulai dari penyelenggaraan kontestasi politik di berbagai tingkatan, ekspresi kebebasan berserikat dan berkumpul, sampai dengan berbagai aktivitas penyampaian pendapat di muka umum.

”Seluruhnya menuntut kesiapsiagaan. Nah dalam era demokrasi, rakyat selaku pemegang kekuasaan tertinggi Negara. Olehnya itu pemolisian di era demokrasi harus bertumpuk pada upaya untuk meraih kepercayaan publik, terutama dalam menjalakan tugas,” tegasnya.

Peningkatan kualitas SDM Polri, akunya, masuk dalam salah satu instruksi Presiden Joko Widodo tatkala menghadiri peringatan HUT ke-73 Bhayangkara kemarin.

Baca Juga  Kisah Wali Songo Sunan Kudus, Dakwah dengan Cara Jalan Damai

Dimana, hal ini sinergi dengan salah satu agenda pembangunan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024, yakni meningkatan sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing, serta Rencana Kerja Pemerintah (RKP) tahun 2020, yaitu peningkatan sumber daya manusia untuk pertumbuhan berkualitas.

”Berangkat dari uraian tersebut, saya (Kapolri) menaruh harapan besar, Diktuba Polri tahun 2019/2020 ini, akan memberikan kontribusi signifikan dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia Polri,” terangnya.

Melalui program pendidikan ini, ia berharap, akan terbentuk personel yang memiliki pengetahuan dan keterampilan yang unggul, serta menampilkan sikap dan perilaku yang luhur, dalam mendukung keberhasilan pelaksanaan tugas.

”Dengan jumlah lebih dari 353.000 orang, atau 80% dari jumlah total anggota Polri, bintara Polri menjadi etalase institusi di mata publik. Selain itu, mereka juga bertugas pada garis terdepan yang langsung bersentuhan dengan masyarakat. Hal tersebut semakin menegaskan bahwa Diktuba menjadi aspek penting dalam mewujudkan institusi Polri yang semakin profesional. modern. dan terpercaya,” pesannya.

Baca Juga  12 rencana aksi strategsi ditetaskan Konferensi Musik Indonesia 2018

Kesempatan yang sama, Kepala SPN Polda Maluku, Kombes Pol Daniel Prio Dwi Atmoko, menegaskan pihaknya akan mendidik 215 calon bintara Polri selama 7 bulan kedepan.

”Ada 215 calon bintara Polri yang akan mengikuti Diktuba di SPN Polda Maluku, yakni berasal dari panitia daerah (Panda) polda Maluku, sebanyak 130 orang, Polres Malteng, 19 orang, polres Malra 10 orang, Polres SBB, 3 orang, Polres SBT 8 orang, Polres Aru 7 orang, Pulau Buru 13 orang, dan Polres MTB 18 orang, serta Polres MBD 7 orang. Mereka akan mengikuti pendidikan selama 7 bulan, atau sekitar 1.400 jam pelajaran terhitung dari 6 Agustus 2019 dan berakhir 2 Maret 2020,” pungkasnya. (dayon)