Porostimur.com, Jailolo – Direktur RSUD Jailolo Novi M. Drakel, meluruskan informasi yang berkembang di publik terkait realisasi anggaran Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) tahun 2025.
Ia menegaskan, pengelolaan anggaran rumah sakit tetap mengacu pada pagu indikatif sebesar Rp19 miliar, bukan Rp22 miliar sebagaimana yang beredar.
“Pengelolaan dan penggunaan anggaran tetap mengacu pada pagu Rp19 miliar sebagai bentuk kepatuhan terhadap mekanisme tata kelola keuangan daerah,” ujarnya.
Luruskan Isu Realisasi Anggaran
Menurut Novi, meskipun dalam praktiknya pendapatan rumah sakit bisa melampaui pagu tersebut, penggunaan anggaran tetap harus mengikuti batas yang telah disahkan dalam dokumen perencanaan.
Ia menilai, informasi yang tidak utuh berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat, sehingga perlu dijelaskan secara komprehensif.
Anggaran Obat Termasuk BMHP dan Gas Medis
Lebih lanjut, Novi menjelaskan terkait anggaran obat sebesar Rp4 miliar yang selama ini menjadi sorotan. Ia menegaskan bahwa alokasi tersebut tidak hanya digunakan untuk pengadaan obat, tetapi juga mencakup belanja bahan medis habis pakai (BMHP) dan kebutuhan gas medis seperti oksigen.
“Komponen ini merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan, sehingga tidak bisa dipisahkan hanya sebagai anggaran obat semata,” jelasnya.









