Porostimur.com, Labuha — Dunia pendidikan di Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) kembali disorot publik. Dinas Pendidikan (Disdik) Halsel tercatat menghabiskan anggaran fantastis sebesar Rp 7.346.486.000 hanya untuk kegiatan perjalanan dinas biasa dan dinas dalam kota sepanjang tahun 2025.
Temuan ini terungkap dari dokumen Rencana Umum Pengadaan (RUP) Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan yang diperoleh Porostimur.com. Dalam dokumen tersebut, sejumlah kegiatan di bawah Disdik Halsel memiliki nilai anggaran yang dinilai tidak masuk akal dan jauh dari prioritas utama dunia pendidikan.
Sekolah Rusak, Guru Honorer Tak Jelas, Dinas Malah Jalan-Jalan
Informasi tersebut segera memicu reaksi keras masyarakat. Banyak pihak menilai penggunaan miliaran rupiah dana APBD untuk kegiatan perjalanan dinas hanyalah bentuk pemborosan dan penyalahgunaan skala prioritas anggaran daerah.
“Sekolah-sekolah di pelosok masih kekurangan meja dan kursi, banyak gedung rusak, dan nasib guru honorer pun belum jelas. Tapi dinas malah sibuk jalan-jalan pakai uang rakyat. Ini keterlaluan,” tegas salah satu pemerhati pendidikan di Labuha, Senin (27/10/2025).
Ia menambahkan, Disdik seharusnya fokus membenahi fasilitas pendidikan, bukan menghabiskan anggaran untuk kegiatan yang tidak berdampak langsung pada peningkatan mutu belajar.









