Ditikam Tanpa Sebab, Nyawa Bobi Renharlalaar Tak Tertolong. Cristo Kamareng Masuk IGD

Porostimur.com | Ambon: Peristiwa kekerasan kembali terjadi di kawasan Batu Gantung, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon, Selasa (11/12), sekitar pukul 22.00 WIT malam tadi.

Akibatnya satu orang Korean bernama Bobi Renharlalaar dinyatakan meninggal dunia dan seorang lainnya bernama Cristo Kamareng mengalami luka tusukan yang cukup parah dinyatakan bagian punggung sebelah kanan dan kini tengah menjalani perawatan di RSUD dr, Haulusy, Kudamati, Ambon.

Saksi mata di TKP mengungkapkan, saat itu Bob dan Cristo dari Air Salobar hendak pulang ke tempat tinggal mereka di Kampung Ganemo. Saat berada di jalan masuk Kampung Ganemo sekitar areal jembatan, mereka dihadang oleh dua orang pemuda.

Menurut saksi yang telah dimintai keterangan oleh Polisi, kedua pelaku mengancam dengan mengeluarkan kata yang menyinggung. “Kamong anak Kampung Ganemo ka.”

Salah satu dari pelaku langsung mengeluarkan pisau lipat dan menusuk Bob yang sedang memegang setir. Tusukan tepat mengenai bagian rusuk kiri Bob. Setelah menusuk Bob, pelaku lalu menikam Cristo di punggung sebelah kanan.

Kedua korban sempat melarikan diri menggunakan sepeda motor. Namun mereka akhirnya tumbal karena Bob banyak mengeluarkan darah.

“Jadi sebenarnya itu tidak ada bentrok. Penikaman itu dilakukan dua orang secara tiba-tiba,” kata saksi.

Oleh warga sekitar, kedua korban dilarikan ke Rumah Sakit Umum Dr Haulusy. Sayang, nyawa Bob tidak tertolong. Ia tewas karena diduga tusukan pisau menyerempet ke jantung.

Sementara Christo yang mengalami luka tidak terlalu parah, langsung dibawa polisi ke Polresta Ambon untuk diambil keterangannya. Selain Christo, beberapa saksi mata juga telah diperiksa.

Kepada aparat kepolisian, Saksi Korban Cristo menceritakan, ketika itu, Ia bersama Bob dengan menggunakan seperate motor Mio sporty hitam menujuh ke arah rumahnya di Batu Gantung Ganemo.

Tiba diatas jembatan Batu Gantung, merely dihadang oleh pelaku 1 orang tapi di sebelah pelaku ada 1 orang lagi yang tidak Ia kenali.

“Selanjutnya pelaku bertanya kepada kami, “ini anak ganemo ka…”(Saat memberhentikan ditangan kanan pelaku sudah memegang sebilah pisau), kami belum sempat menjawab pelaku langsung menikam teman saya dengan menggunakan pisau sebanyak 1 kali hingga mengenai rusuk kanan, melihat kejadian tersebut saya langsung turun dari motor dan saat itu pelaku tersebut langsung menikam saya hingga mengenai tulang belakang saya. Kemudian kami berdua berlari ke arah gapura, tetapi teman saya terjatuh (saya tidak memperhatikan saat itu apakah pelaku mengejar kami atau tidak),” ujar Cristo di hadapan Polisi.

Selain meminta keterangan dari para saksi dan saksi korban, pihak Polresta Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease juga telah melakukan olah TKP sementara. mendatangi RSUD Haulussy untuk meminta VER dan Keterangan Kematian karena pihak keluarga korban menolak otopsi dan melakukan penyitaan barang bukti

Sementara pihak keluarga menurut aparat kepolisian agar segera menangkap dan memproses para pelaku sesuai ketentuan Undang-Undang.

“Ada saksi mata yang melihat dan kenal dengan pelaku. Kami dari pihak keluarga meminta agar polisi bisa mengusut tuntas dan menangkap pelaku untuk pertanggungjawabkan perbuatannya di depan hukum. Kasihan, anak kami yang tidak bersalah dan tidak tahu apa-apa harus jadi korban,” ujar salah satu anggota keluarga Bob.

Polisi menduga pelaku berjumlah tiga orang dan kini masih dalam pengejaran.

Apabila tertangkap, ketiganya akan dikenakan pasal 351 ayat 3 KUHP karena melakukan penganiayaan yang menyebabkan korban kehilangan nyawa. (keket)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: