“Pemerintah Kota Tidore Kepulauan selalu membuka diri terhadap setiap masukan yang datang dari luar apalagi kaum intelektual dan para mahasiswa sekalian, semua kritikan atau masukan itu sangat penting sebagai upaya perbaikan dan langkah ikhtiar bagi kita semua,” imbuh syofyan
Mengakhiri sambutannya, syofyan saraha juga berharap agar rangkaian kegiatan milad ke-22 dJAMAN Maluku Utara ini dapat terlaksana sebagaimana yang telah direncanakan serta dapat memberikan manfaat baik kepada internal dJAMAN maupun kepada seluruh masyarakat Kota Tidore Kepulauan.
Ketua Umum dJAMAN Maluku Utara Riski Yusuf dalam sambutannya mengatakan, 22 tahun dJAMAN Maluku Utara bukan usia yang muda dan bukan usia yang singkat, dJAMAN adalah wadah membangun peradaban, harapan besarnya bahwa dJAMAN di era lalu, sekarang dan era yang akan datang mempunyai eksistensinya masing-masing. dJAMAN hadir sebagai wadah untuk mengawal generasi-generasi Tidore yang kuliah di Kota Ternate dan Maluku Utara pada umumnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Nurdani Ilyas dalam laporannya mengatakan, pada milad 22 tahun dJAMAN Maluku Utara ini terdapat beberapa rangkaian kegiatan, seperti sarasehan dengan tema, “Evaluasi dan Proyeksi 22 Tahun dJAMAN Malut,” dan dialog publik yang akan dilaksanakan pada selasa (26/7) di aula SMN Negeri 1 Tidore dengan tajuk “Menakar Implementasi Perda Nomor 40 Tahun 2020 terhadap Korban Kekerasan Seksual”.









