Dolar Kabur, Mafia Makmur

oleh -116 views

Ini bukan penyelundupan recehan model sembunyi solar di drum belakang rumah. Ini sistem. Ini industri. Ini orkestrasi. Ini mungkin lebih rapi daripada administrasi sebagian kantor pemerintahan sendiri.

Perusahaannya membuat cabang di Singapura, British Virgin Islands, dan surga-surga pajak lain yang lebih ramah terhadap uang daripada terhadap moral.

Dari Indonesia barang dijual murah ke perusahaan sendiri. Lalu perusahaan luar negeri itu menjual kembali dengan harga asli. Selisihnya? Parkir manis di luar negeri sambil menikmati angin dolar.

Negara kehilangan pajak. Kehilangan devisa. Kehilangan marwah. Rakyat kebagian pidato tentang penghematan.

Lalu kita baru sadar mengapa negeri yang tanahnya penuh emas, sawit, batu bara, nikel, gas, dan hutan justru kadang tampak seperti orang kaya yang dompetnya selalu hilang.

Baca Juga  Wali Kota Ambon Hadiri Pentahbisan Pastori II GPM Bukit Zaitun

Yang menarik, Presiden Prabowo tampaknya tidak sedang bermain-main. Ia malah memilih jalur yang sangat berbahaya secara politik: membongkar mekanisme ekspor. Membuat badan satu pintu. Danantara Sumberdaya Indonesia. Semua ekspor SDA lewat satu pintu.

Itu bermula dari laporan BPK tentang praktik under invoicing, yang juga sudah lama diketahuinya. Ketika laporan sampai ke meja Presiden Prabowo, konon responsnya sederhana tapi mengandung daya ledak politik luar biasa.

No More Posts Available.

No more pages to load.