Dolar Kabur, Mafia Makmur

oleh -32 views

Ia yakin, sebagaimana diyakinkannya ke Presiden, kalau kebocoran pajak dan devisa ini ditutup, serta ekspor benar-benar masuk satu pintu melalui DSI mulai Juni nanti, rupiah bisa kembali punya tenaga menghadapi dolar.

Sebab selama ini yang membuat rupiah megap-megap bukan semata pasar global, tapi mungkin karena terlalu banyak dolar hasil bumi Indonesia yang diam-diam memilih pensiun dini di rekening luar negeri.

Namun, di sinilah drama republik mulai terasa seperti serial politik Turki bercampur sinetron keluarga. Karena nama-nama besar mulai bertebaran. Konglomerat sawit. Raja tambang. Penguasa ekspor.

Dan publik, seperti biasa, pun otomatis melirik lingkaran kekuasaan paling dekat. Ada hubungan keluarga. Ada jejaring bisnis. Ada irisan kepentingan. Maka pertanyaan rakyat pun sederhana: apakah sapu itu akan menyapu sampai ruang keluarga sendiri?

Di sinilah sejarah selalu menguji manusia. Nabi Nuh alaihissalam dulu pernah memanggil anaknya ketika banjir dahsyat datang. Naluri ayah bekerja. Tapi Allah SWT menjawab dengan kalimat yang sangat keras secara ideologis: “Sesungguhnya dia bukan termasuk keluargamu.”

Baca Juga  Bedah Buku di UMMU, Wali Kota Ternate Tegaskan Rempah sebagai Identitas dan Kekuatan Peradaban

Bukan karena darahnya berubah. Tapi karena keberpihakannya berubah. Pesan langit itu sangat dalam. Bahwa dalam urusan kebenaran, hubungan darah tidak boleh menjadi payung kebal hukum. Sebab ketika negara dikalahkan oleh loyalitas keluarga, yang lahir bukan pemerintahan, melainkan kerajaan.

No More Posts Available.

No more pages to load.