PM-AAS Diharapkan Tekan Biaya Produksi
Sementara itu, Utoyo dari BRMP Maluku yang menjadi narasumber dalam kegiatan tersebut memaparkan potensi penerapan model PM-AAS di Kabupaten Buru.
Penjelasan mencakup mekanisme pelaksanaan, potensi penerapan di lapangan hingga perkiraan hasil yang dapat diperoleh petani.
Model tersebut diharapkan mampu memberikan efisiensi dalam proses produksi pertanian.
Salah satu manfaat yang menjadi perhatian adalah potensi penurunan biaya produksi yang kemudian dapat diikuti dengan peningkatan hasil pertanian.
Dengan biaya produksi yang lebih efisien dan produktivitas yang meningkat, penerapan PM-AAS diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi petani.
Selain meningkatkan hasil, optimalisasi areal tanam juga menjadi bagian penting dalam penerapan model tersebut.
Kabupaten Buru selama ini memiliki potensi besar di sektor pertanian, terutama kawasan Waeapo dan wilayah sekitarnya. Karena itu, peningkatan produktivitas lahan menjadi salah satu kunci untuk memperkuat sektor pertanian sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.
Melalui kolaborasi antara pemerintah, penyuluh, tenaga teknis dan petani, penerapan PM-AAS diharapkan tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi.
Teknologi tersebut diharapkan benar-benar dapat diterapkan di lahan dan menghasilkan perubahan nyata, baik dari sisi efisiensi biaya, produktivitas maupun perluasan areal tanam.









