Dosa Istri Tidak Otomatis Ditanggung Suami, Ini Penjelasan Ulama!

oleh -30 Dilihat

Setiap muslim akan dimintai pertanggungjawaban atas amal yang dikerjakannya. Tidak ada seorang pun yang memikul dosa orang lain, kecuali jika ia ikut menjadi penyebab suatu keburukan atau lalai menjalankan amanah yang diberikan Allah SWT.

Hal tersebut dijelaskan Rasulullah SAW dalam sebuah hadits. Beliau bersabda:

“Ketahuilah setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawabannya atas yang dipimpin, penguasa yang memimpin rakyat banyak dia akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya, setiap kepala keluarga adalah pemimpin anggota keluarganya dan dia dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya, istri pemimpin terhadap keluarga rumah suaminya dan juga anak-anaknya. Dia akan dimintai pertanggungjawabannya terhadap mereka, dan budak seseorang juga pemimpin terhadap harta tuannya dan akan dimintai pertanggungjawaban terhadapnya, ketahuilah, setiap kalian adalah bertanggung jawab atas yang dipimpinnya.” (HR Bukhari).

Baca Juga  MELOVE: Antara Identitas, Fagogoru, dan Ancaman Zaman

Hadits tersebut menjelaskan bahwa setiap orang memiliki tanggung jawab atas amanah yang diberikan kepadanya. Lantas, apakah tanggung jawab suami sebagai pemimpin keluarga berarti seluruh dosa istri otomatis menjadi tanggungannya?

Menjawab hal itu, Pengasuh Lembaga Pengembangan Dakwah dan Pondok Pesantren Al-Bahjah, Yahya Zainul Maarif atau Buya Yahya, menjelaskan bahwa dosa istri tidak otomatis ditanggung oleh suami. Menurutnya, setiap orang memikul dosanya sendiri di hadapan Allah SWT.

No More Posts Available.

No more pages to load.