DPRD Buru: Ruas Jalan Hotmix Poros Mako Kayeli Harus Dipercepat

oleh -160 views
Link Banner

Porostimur.com | Namlea: Ketua DPRD Buru, Muhammad Rum Soplestuny, SE menyampaikan dorongannya terhadap pemerintah Kabupaten Buru agar menyegerakan pembangunan ruas jalan hotmix di poros Mako – Kayeli, Kayeli Batabual sepanjang 77 kilometer.

Dirinya pun mendukung langkah Bupati Buru, Ramly Ibrahim Umasugi, S.PI, MM dan Bupati Bursel, Tagop Sudarsono Soulisa, SH, MT yang bersepakat pembuka jalur jalan baru antar kedua kabupaten tersebut lewati pesisir poros jalan Batabual – Waesama.

Hal itu disampaikan Ketua DPRD Buru, Muh Rum Soplestuny, SE kepada awak media di Namlea, Rabu (10/2/2021). “DPRD Buru sangat mendukung agar pembangunan jalan hotmix diporos di Batabual lebih dipercepat,” tegas Muh Rum Soplestuny.

Dijelaskan, poros jalan Mako – Kayeli, Kayeli – Batabual sepanjang 77 kilometer, masuk dalam status jalan provinsi, sehingga dananya tidak bisa dicover di APBD II Kabupaten Buru.

Namun menyuarakan kepentingan dan seruan dari masyarakat di daerah itu, Rum Soplestuny dan rekan-rekan di DPRD Buru, tetap meneruskan keinginan itu kepada pemerintah provinsi lewat berbagai saluran, termasuk para wakil yang duduk di DPRD Maluku.

Baca Juga  DPW PBB Malut Sampaikan Apresiasi ke Anggota DPRD Provinsi yang Bantu Warga Terdampak COVID-19 di Ternate

Alhamdulilah, lanjut Rum Soplestuny, walau terkendala pandemik Covid-19, pemerintah Provinsi Maluku tetap intens menangani poros jalan 77 km itu dengan menggelontorkan dana Rp.10 milyar di tahun lalu dan di tahun 2021 ini sebanyak Rp.20 milyar.

“Rekan-rekan di DPRD Buru memantau di poros ini dan kami lihat tetap ada aktifitas pembangunan jalan,” tutur Soplestuny.

Mengingat porsi dari dana APBD I untuk poros jalan tadi cukup terbatas, Rum Soplestuny dan rekan-rekan di DPRD Buru tidak menutup mata dan menyambut baik langkah positif dari Bupati Buru – Bupati Buru Selatan yang telah melobi Pemerintah Pusat untuk membuka ruas jalan baru yang menghubungkan kedua kabupaten ini lewat pesisir Batabual – Waesama.

Langkah ini sangat positif, karena akan mengalihkan posisi ruas jalan Batabual yang tadinya berstatus Jalan Propinsi akan menjadi Jalan Nasional, sehingga akan terjadi genjotan yang luar biasa dalam hal dukungan jalan maupun percepatan pembangunan di ruas tersebut.

Sebagaimana diketahui, bahwa beberapa hari lalu di Jakarta, Bupati Buru Ramly Umasugi dan Bupati Buru Selatan Tagop Sudarsono Soulissa telah bersepakat akan mengalihkan jalan lintas Namlea-Namrole yang menghubungkan kedua kabupaten itu melewati jalan lintas pesisir.

Baca Juga  Safari Jumat di Haltim, Kakanwil Kemenag Malut Ajak Sambut Ramadhan dengan Kegembiraan

Pasalnya, jalur lintas pegunungan yang menghubungkan kedua kabupaten itu sering mengalami longsor yang mengakibatkan jalur lalulintas terputusnya.

Hal ini juga berdampak pada perekonomian di buru selatan, seperti kebutuhan sehari-hari misalkan beras, sayur mayur dan beberapa kebutuhan bahan pokok lainnya.

Demi mewujudkan kepentingan bersama untuk mengatasi hambatan itu, kedua pemerintah kabupaten itu sepakat untuk membuat jalur lintas pesisir baru yang diyakini lebih aman.

Jalur lintas pesisir tersebut Yakni akan ditempuh dari kabupaten buru melalui Kecamatan Waeapo, Kec Lolongquba, Kec Waelatq, kecamatan Teluk Kayeli, Kecamatan Batabual hingga masuk pada perbatasan kedua kabupaten di kecamatan Waesama dan finish di Namrole, Ibukota Kabupaten Bursel.

Kesepakatan itu dalam bentuk usulan yang disampaikan Bupati Buru, Ramly Umasugi, bersama Bupati Bursel, Tagop Sudarsono Soulisa, saat menggelar rapat bersama dengan Deputi I Kepala Staf Kepresidenan Bidang Infrastruktur, Energi, dan Investasi, Febry Calvin Tetelepta, di Kantor Staf Presiden (KSP) Jakarta pada pekan kemarin.

Baca Juga  Arsul Sani Buka-Bukaan: RUU HIP Itu Usulan dari PDIP, Kami PPP Setuju Tapi Cuma Untuk Atur BPIP

“Hari Selasa kemarin kami rapat di kantor KSP dengan Deputi I membahas perubahan jalan lintas Namlea (Buru)-Bursel lewat jalur Batabual, kami sampaikan dengan berbagai pertimbangan untuk perubahan, olehnya dengan berbagai pertimbangan ekonomis dan teknis serta maintenance, karena pada jalur lintas yang sekarang ini melalui Gunung Modan Mohe sering terjadi longsor serta pertimbangan keamanan,” ungkap Bupati Buru Ramly Umasugi.

Umasugi juga menjelaskan, secara ekonomis jalur lintas pegunungan modan mohe hingga saat ini tidak berdampak kepada masyarakat karena jauh dan sangat sedikit pemukiman masyarakat yang dilalui oleh kendaraan, padahal biaya pemeliharaan jalan di jalur itu cukup tinggi.

“Dari pertimbangan ekonomis, jalur modan mohe perkampungannya sedikit, maka kami usulkan sehingga dibuka juga jalur jalan lintas pesisir, karena jalan pesisir lewati kecamatan Batabual hingga Waetawa Kabupaten Buru Selatan itu kan banyak pemukiman warga banyak sekali, kendaraan bisa singga dan strahat kalau mereka capek, kemudian warga juga merasakan dampak ekonominya, dia bisa jualan, buka warung dan sebagainya”. terang Umasugi. (ima)