“Bahkan dengan Pak Kapolri dan Wakapolri misalnya, kami juga saling WA atau telepon, tanpa perlu formalitas,” tutur Poengky.
Poengky mengaku, pihaknya berpikir bahwa ajakan Ferdy Sambo untuk berdiskusi terkait pelanggaran etik yang dilakukan anggota Polri.
“Saya tadinya sudah berharap dapat data-data pelanggaran anggota Polri yang diproses etik dan disiplin semester 1 tahun 2022. Tapi di luar dugaan saya ternyata yang disebut FS diskusi adalah cerita sambil menangis bahwa istrinya dilecehkan sopirnya, tetapi dibela ajudannya dan terjadi tembak menembak, mengakibatkan sopir istrinya meninggal dunia,” ungkap Poengky.
“Saya speechless mendengar ceritanya dan melihat jenderal bintang dua nangis-nangis di depan saya. Di satu sisi saya sangat prihatin ada korban meninggal dan istrinya menurut pengakuannya jadi korban pelecehan. Tapi di sisi lain saya ragu dengan ceritanya. Saya sempat berpikir apakah FS pemain watak? Selama ini saya tidak pernah dekat dengan FS. Aneh saja kok saya tiba-tiba dicurhati sambil nangis-nangis. Selanjutnya saya lapor ke pimpinan saya Sekretaris Kompolnas Irjen Pol (Purn) Benny Mamoto dan Ketua Kompolnas Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD tentang pertemuan dengan FS,” ungkap Poengky.




