Dua Tahun di Jakarta, Marco, Tani dan Gofin akan Dipulangkan ke Yamdena

oleh -82 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Tiga ekor burung Kakatua Tanimbar (Cacatua goffiniana) yang bernama Marco, Tani dan Gofin, Sabtu (31/8/2019) lalu tiba dia Ambon.

Tiga burung malang ini menjalani translokasi setelah dua tahun berada dalam pemeliharaan di PPS Tegal Alur Balai KSDA Jakarta. 

Setibanya di Ambon, ketiga burung diserahterimakan kepada Balai KSDA Maluku (BKSDA Maluku) melalui Kasubag Tata Usaha (KSBTU) kemudian dibawa ke kandang transit di Desa Passo sebelum nantinya akan dibawa ke Pulau Yamdena Kab. Kepulauan Tanimbar untuk dilepasliarkan.

Di kandang transit, ketiga burung langsung dipantau oleh drh. Rahimah dari Balai Karantina setempat yang kemudian bersama drh. Dirwan dari BKSDA Maluku memeriksa kondisi burung yang dinyatakan sehat.

Link Banner

Tahapan selanjutnya adalah sosialisasi dan kemudian habituasi sebelum dilakukan pelepasliarannya di Pulau Yamdena Kab. Kepulauan Tanimbar ujar KSBTU Balai KSDA Maluku.

Baca Juga  Gempa di Jailolo Dinihari Tadi, Terasa Hingga Bitung

Ketiga kakatua tersebut berasal dari penyerahan masyarakat yang berbeda.

Selama dalam perawatan, ketiga ekor kakatua tersebut menunjukkan perilaku dan kondisi kesehatan yang masih memungkinkan untuk dilepasliarkan ke habitat alaminya.

Oleh karena itu, Kepala BKSDA Jakarta kemudian mengajukan permohonan persetujuan kepada Dirjen KSDAE untuk pelaksanaan translokasi ke wilayah kerja BKSDA Maluku.

Setelah semua syarat administrasi dipenuhi maka kemudian kegiatan translokasi dapat dilaksanakan.

Sukses membawa masuk ketiga Kakatua Tanimbar ini tidak lepas dari peran aktif pihak BKSDA Maluku dalam mengurus rekomendasi pemerintah provinsi Maluku sebagai salah satu persyaratan yang diminta oleh pihak Balai Besar Karantina Pertanian Bandara Soetta di samping persyaratan lainnya seperti hasil uji laboratorium bebas AI dan juga medical record seluruh burung tersebut.

Baca Juga  Sadis, tukang ojek di Manokwari dianiaya dan dirampok OTK

Ketatnya prosedur memasukkan jenis burung ke wilayah Maluku dikarenakan Maluku merupakan salah satu provinsi yang bebas flu burung di samping Provinsi Maluku Utara, Papua dan Papua Barat.

Langkah ini dapat diikuti jenis-jenis satwa liar lainnya yang sementara ini masih ada di PPS Tegal Alur agar dapat hidup dan berkembang di rumah alaminya. (red)