Ia meminta pemerintah menerapkan kebijakan afirmatif bagi putra-putri daerah melalui prioritas rekrutmen tenaga kerja, pendidikan dan pelatihan vokasi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, hingga pemberdayaan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Yang harus menjadi prioritas adalah orang Tanimbar. Mereka adalah masyarakat yang selama ini hidup berdampingan dengan wilayah proyek sehingga sudah sepatutnya menjadi penerima manfaat utama. Jangan sampai masyarakat lokal hanya menjadi penonton di tanahnya sendiri sementara peluang ekonomi dinikmati oleh pihak lain,” tegasnya.
Selain membuka lapangan kerja, Simon berharap proyek Blok Masela mampu mendorong peningkatan kualitas pendidikan, pelayanan kesehatan, pembangunan infrastruktur dasar, serta pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di Kepulauan Tanimbar.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendukung pembangunan Blok Masela secara konstruktif, sembari mengawal pelaksanaannya agar tetap berjalan sesuai ketentuan hukum dan mengutamakan kepentingan masyarakat.
“Kami mendukung penuh proyek ini karena kami percaya Blok Masela dapat menjadi lokomotif pembangunan di Maluku. Tetapi dukungan itu juga berarti kami akan mengawal secara tuntas seluruh persoalan yang masih dihadapi masyarakat. Jangan sampai proyek berjalan cepat sementara penyelesaian hak-hak masyarakat berjalan lambat. Negara harus hadir memberikan kepastian dan keadilan,” katanya.









