“Ketika saya melintasi jalan-jalan halus di ibukota, saya teringat saudara-saudara kita di Batabual yang masih harus bertarung dengan jalan rusak dan berlumpur. Ini bukan keluhan, tapi potret nyata ketidakadilan yang masih terjadi di republik ini,” ucapnya dengan suara bergetar.
Keadilan Sosial Harus Dirasakan Hingga Pelosok
Legislator perempuan ini menegaskan bahwa pemerataan infrastruktur adalah wujud nyata sila kelima Pancasila: Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Menurutnya, daerah tertinggal seperti Buru harus menjadi prioritas dalam rencana pembangunan nasional ke depan.
“Jangan biarkan Buru hanya menjadi catatan pinggiran. Infrastruktur yang layak adalah hak setiap warga negara, tanpa terkecuali. Kita harus pastikan tidak ada lagi wilayah yang tertinggal karena abai dari perhatian pusat,” tegas Saadiah.
Dengan suara dan semangat yang menyala, Saadiah Uluputty menutup pernyataannya dengan menyerukan kepada Kementerian PUPR agar segera turun tangan dan menyusun langkah-langkah konkret untuk mendukung pembangunan di Buru—baik dalam mendukung program BURU BERSERI maupun membuka akses jalan di pelosok-pelosok desa. (Leonard Manuputty)
Simak berita dan artikel porostimur.com lainnya di Google News










