Situasi ini menjadi semakin sensitif menjelang pemilihan umum sela pada 3 November, ketika Partai Republik berusaha mempertahankan keunggulan tipisnya di Dewan Perwakilan Rakyat.
Dengan tingkat dukungan presiden yang terus menurun, perang Iran yang belum menunjukkan tanda-tanda segera berakhir, serta harga bensin yang menjadi perhatian publik, konflik di Timur Tengah berpotensi berubah menjadi persoalan elektoral bagi Partai Republik.
Bagi Trump, tantangannya kini bukan hanya memenangkan perang atau mencapai kesepakatan dengan Teheran. Ia juga harus meyakinkan pemilih Amerika bahwa biaya yang mereka tanggung di pompa bensin dan dalam perekonomian domestik sepadan dengan kebijakan luar negeri yang ditempuh pemerintahannya.
sumber: sindonews









