Pertumbuhan Melandai Setelah Lonjakan 2025
Meski masih berada pada level yang sangat tinggi, pertumbuhan ekonomi Maluku Utara pada awal 2026 menunjukkan fase normalisasi jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), ekonomi Maluku Utara pada Triwulan I 2025 tumbuh 34,58 persen (yoy), tertinggi secara nasional saat itu. Lonjakan tersebut didorong pertumbuhan industri pengolahan yang mencapai 75,30 persen, sementara ekspor meningkat 51,17 persen seiring melonjaknya produksi dan ekspor hasil hilirisasi nikel.
Dengan demikian, pertumbuhan sebesar 19,64 persen pada Triwulan I 2026 memang masih jauh di atas rata-rata nasional, namun lebih rendah sekitar 14,94 poin persentase dibandingkan capaian pada Triwulan I 2025.
Kondisi ini dinilai bukan sebagai pelemahan ekonomi, melainkan fase normalisasi setelah lonjakan produksi industri pengolahan pada tahun sebelumnya. Secara struktural, sektor pertambangan dan industri pengolahan masih menjadi penopang utama aktivitas ekonomi sekaligus penyumbang terbesar terhadap pertumbuhan ekonomi Maluku Utara.
Tantangan Beralih ke Pemerataan Manfaat
Selain mencatat pertumbuhan ekonomi yang tinggi, sejumlah indikator makro ekonomi Maluku Utara juga menunjukkan perbaikan. Data DJPb mencatat Indeks Pembangunan Manusia (IPM) meningkat menjadi 72,52, tingkat kemiskinan turun menjadi 5,59 persen, sementara Rasio Gini berada di angka 0,275, yang menunjukkan tingkat ketimpangan pendapatan masih relatif terkendali.









