Elkaf dan Fordista Sukses Gelar Seri Kuliah Eksekutif

oleh -26 views
Link Banner

Porostimur.com | Ternate: Lembaga Kajian Agama dan Filsafat (Elkaf) sukses menggelar Seri Kuliah Eksekutif atau Executive Lecture Series, Sabtu (26/6) malam. Kegiatan yang berlangsung di Sahid Bela Hotel Ternate, Maluku Utara, itu diperuntukkan bagi kalangan birokrat, pimpinan OPD, akademisi dan para profesional terbatas hanya 35 orang.

Beberapa pengurus KAHMI Maluku Utara dan KAHMI Halmahera Utara juga tampak hadir.

Direktur Elkaf, Darsis Humah menyatakan, kegiatan ini sesungguhnya bukan hal yang baru, tapi melanjutkan apa yang pernah dilakukan pada 2009 silam.

“Saat awal kehadirannya, Elkaf telah beberapa kali menggelar kajian rutin setiap ba’da Jumat dengan peserta terbatas (25 orang) menghadirkan narasumber lokal terutama akademisi. Dan sekarang kita bangkitkan dengan format yang berbeda,” jelas Darsis yang juga dosen IAIN Ternate.

Elkaf kali ini menggandeng Forum Diskusi Insan Cita (FORDISTA) menghadirkan Dr. dr. Taufiq Pasiak, M.Kes, M.Pd.I., ahli neurosains yang juga Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Jakarta, serta penulis beberapa buku best seller. Buku-buku Taufiq di antaranya Revolusi IQ, EQ, dan SQ, Manajemen Kecerdasan, Memberdayakan IQ, EQ, dan SQ untuk Kesuksesan Hidup, Tuhan dalam Otak Manusia, dan OTAK dan KOTA: Interkoneksi Tuhan, Alam dan Manusia.

Baca Juga  Demokrat Sula Sayangkan Ucapan Nurrohmah

Untuk Executive Lecture Series pertama, tema yang ditawarkan Elkaf adalah “Otak dan Kota, Unifikasi Tasawuf, Filsafat dan Neurosains” dengan peserta berjumlah 35 orang dari berbagai kalangan. Mulai dari legislator, birokrat, akademisi, pengusaha dan aktivis sosial.

Menurut Darsis, Executive Lecture Series akan dilaksanakan setiap bulan dengan kajian serius.

“Silabusnya sedang kami siapkan dengan menghadirkan tokoh intelektual dan pemikir terkemuka. Akan datang kami sudah mengagendakan menghadirkan Yudi Latif untuk sekolah kebangsaan dan Muhammad Shabri untuk pemikiran Islam,” jelas Darsis.

Elkaf didirikan pada 5 Oktober 2004 di Jakarta oleh sejumlah nama, antara lain Darsis Humah, Kasman Hi Ahmad, Muhlis Tapi Tapi, dan Herman Oesman. Kemudian dijalankan oleh beberapa aktivis pers dan LSM seperti Dino Umahuk, Syarifuddin “Ipink” Usman, Mansur Djamal dan beberapa nama lainnya.

Baca Juga  Menang 1-0, The Reds Lolos ke 16 Besar

Elkaf bergiat pada ranah pemikiran dan kajian persoalan-persoalan agama, sosial kebudayaan, politik, ekonomi filsafat dan penerbitan. Melibatkan berbagai kalangan, mulai dari cendekiawan, intelektual, politisi, aktivis LSM, pekerja pers, praktisi dan kalangan perguruan tinggi.

Kegiatan Executive Lecture Series yang berlangsung tadi malam tetap mematuhi protokol kesehatan 3M.

(red/tsc)