Serangan tersebut dilaporkan menyebabkan kerusakan infrastruktur yang luas serta menimbulkan korban sipil. Iran kemudian merespons dengan meluncurkan serangan balasan berupa rudal yang menargetkan wilayah Israel dan sejumlah basis militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.
Pada tahap awal, pemerintah Amerika Serikat dan Israel menyatakan bahwa operasi militer tersebut bertujuan untuk menekan dan menghentikan ancaman program nuklir Iran.
Namun, laporan sejumlah pejabat pertahanan Amerika Serikat kemudian menyebut bahwa operasi tersebut juga berkaitan dengan upaya perubahan kekuasaan atau regime change di Teheran.
Rusia Kecam Operasi Militer
Eskalasi konflik tersebut memicu kecaman dari sejumlah negara. Presiden Rusia Vladimir Putin mengecam keras operasi militer yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.
Putin menyebut pembunuhan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, sebagai tindakan yang melanggar hukum internasional.
Kementerian Luar Negeri Rusia juga mendesak kedua negara untuk segera melakukan deeskalasi konflik dan menghentikan permusuhan demi mencegah meluasnya krisis di kawasan Timur Tengah.
Dengan meningkatnya intensitas serangan militer dalam waktu singkat, banyak pihak kini menyoroti potensi meluasnya konflik regional yang dapat memicu ketidakstabilan global. (red)









