Belakangan baru diinformasikan bahwa seluruh hasil Swab itu diserahkan melalui pihak Puskesmas dimana masing-masing pegawai dan staff itu tinggal. Itu pun belum pasti sebab ketika dikonfirmasi, mereka para pegawai dan staff belum mendapatkan informasi apapun terkait hasil Swab yang dilakukan beberapa waktu lalu itu. Kalaupun mekanisme pemberitahuan hasil Swab test melalui pihak Puskesmas masing-masing paling tidak kita juga diberikan informasi sehingga ada langkah-langkah antisipatif.
“Saya berharap Direktur RSUD Chasan Boesoirie tidak menganggap sepele soal hasil Swab test ini, sebab langkah yang kami lakukan ini tidak hanya dalam rangka memproteksi kesehatan keluarga wakil gubernur saja, tetapi lebih dari itu adalah langkah antisipatif agar tidak menyebarkan virus ini kepada lingkungan sekitar. Apalagi kita semua tau aktivitas wakil gubernur yang padat, banyak menerima tamu yang datang baik di kantor maupun di rumah. Interaksi antara pegawai dan staff dengan para tamu yang datang sangat dimungkinkan akan menularkan virus ini jika kita tidak mengetahuinya sedari awal. Intinya, kita ingin memutuskan mata rantai penyebaran Covid-19 ini”, tegas Muttiara.
Kekecewaan istri Wakil Gubernur kepada Direktur RSUD Chasan Boesoirie bukan tanpa alasan. Karena menurutnya dilingkungan pegawai dan staff Wagub sudah ada empat orang yang terkonfirmasi positif Covid, dua orang di Isolasi di RSUD Sofifi, dan dua orang lainnya melakukan isolasi mandiri di rumah. Tetapi sayangnya informasi atas hasil Swab test seluruh pegawai dan staff yang dilakukan pihak RSUD Chasan Boesoirie itu tidak diketahui secara pasti.




