Efektif tidaknya false flag itu dimainkan, waktu yang berbicara. Rasanya sih akan sulit. Bahkan mustahil, jika dibarengi dengan pengungkapan data siapa di balik itu semua. Koordinator demo bayaran, orangnya ya itu-itu juga, nama-nama lama yang belum dapat hidayah. Tetap asyik cari sesuap nasi dengan fitnah segala. Melawan dengan terus membuka jejak digital yang bersangkutan, itu sedikit banyak bisa meyakinkan rakyat, bahwa Anies memang diskenariokan buruk. Dan, itu akan terus sampai 2024.
Tentu tidaklah berharap ada balasan dari mereka yang menjagokan Anies melakukan perbuatan tidak terpuji, misal membalas melakukan false flag pada Ganjar Pranowo. Sampai perlu mengadakan pawai mendukung Ganjar segala, dan itu dari keluarga eks PKI, atau dari kalangan kelompok LGBT, dan lainnya. Tidaklah elok membalas hal buruk dengan keburukan. Tidak perlu sibuk coba membalasnya. Tidak perlu risau, rakyat punya hati dan pikirannya sendiri.
Segala cara akan ditempuh guna menjadikan elektabilitas Anies Baswedan terpuruk. Sampai saat ini sih Anies aman. Sepertinya rakyat bergeming tidak mempercayai cara-cara busuk model false flag. Rakyat sepertinya sudah mampu membaca skenario yang dimainkan. Rakyat menilainya dengan buruk. (*)









