Ajang Kolaborasi dan Penghargaan
Plt. Dirjen Perhutanan Sosial, Dr. Ir. Mahfudz, MP, dalam laporannya menjelaskan bahwa Festival PeSoNa 2025 bertujuan memperkuat sinergi antar pemangku kepentingan.
Ajang ini menghadirkan ruang kolaborasi, edukasi, serta promosi hasil-hasil usaha KUPS yang kini menjadi motor penggerak ekonomi hijau.
“Festival PeSoNa 2025 memberikan ruang kolaborasi bagi masyarakat, milenial, pemerintah, pelaku usaha, swasta, akademisi, hingga mitra pembangunan. Tujuannya antara lain untuk meningkatkan kapasitas pelaku perhutanan sosial, membuka akses pasar, serta mempertemukan KUPS dengan calon pembeli,” jelas Mahfudz.
Pada kesempatan ini, Wamenhut juga menyerahkan sejumlah penghargaan kepada tokoh dan daerah terbaik, antara lain:
- Pendamping terbaik: Arkilaus Kladit (Papua Barat Daya), Radios Simanjuntak (Maluku Utara), Tri Endah Anggraeni (Lampung).
- KUPS terbaik: Jasling CMC Tiga Warna (Jawa Timur), Mawar Bodas (Lampung), Serbuk Jaboi (Aceh).
- Pemerintah daerah terbaik tingkat kabupaten/kota: Kabupaten Berau, Enrekang, dan Pesawaran.
- Pemerintah daerah terbaik tingkat provinsi: Jawa Timur, Sumatra Barat, dan Sulawesi Selatan.
Festival yang Merangkul Semua
Selain puncak penghargaan, Festival PeSoNa 2025 juga menghadirkan beragam agenda, mulai dari Gelar Karya PeSoNa berupa pameran produk unggulan, Coaching Clinic pengelolaan perhutanan sosial, talkshow, temu usaha tematik “Kopi Agroforestry”, podcast Ngopi, hingga aneka lomba dan hiburan.
Acara ini dihadiri pimpinan kementerian/lembaga, pemerintah daerah, BUMN, pelaku usaha, akademisi, organisasi masyarakat sipil, serta para pejuang perhutanan sosial dari berbagai daerah di Indonesia.




