FIFA menjelaskan, data dari sensor tersebut kemudian dipadukan dengan Semi-Automated Offside Technology (SAOT) yang menggunakan jaringan kamera pelacak dan model tiga dimensi setiap pemain untuk menentukan posisi offside secara akurat.
“Sensor IMU yang terpasang di dalam bola Trionda mampu mendeteksi kontak sekecil apa pun, yang ditampilkan kepada pemirsa dalam siaran sebagai ‘grafik detak jantung’, dan memungkinkan para wasit mendapatkan data yang belum pernah ada sebelumnya untuk membuat keputusan yang cepat dan akurat,” lanjut pernyataan FIFA.
Penjelasan tersebut turut diunggah melalui akun resmi FIFA di media sosial X, lengkap dengan ilustrasi proses terjadinya gol yang dianulir.
Lima Gol Dianulir dalam Satu Pertandingan
Pertandingan yang berlangsung di Stadion Toronto, Kanada, Jumat (3/7/2026) WIB itu menjadi salah satu laga paling kontroversial sepanjang Piala Dunia 2026.
Sedikitnya lima gol dianulir akibat offside. Portugal kehilangan satu gol Cristiano Ronaldo pada babak kedua, sementara Kroasia harus menerima empat gol yang dibatalkan, termasuk gol Joško Gvardiol pada menit ke-103 yang nyaris memaksakan pertandingan berlanjut ke babak tambahan.
Insiden bermula ketika umpan silang mengarah kepada Igor Matanović yang berusaha menyundul bola. Bola kemudian mengenai bek Portugal, Renato Veiga, sebelum jatuh ke kaki Mario Pašalić yang langsung mengirim assist kepada Gvardiol.









