Bila Matanović memang lebih dahulu menyentuh bola, maka posisi Pašalić saat menerima bola otomatis menjadi offside sesuai ketentuan Law 11 dalam Laws of the Game yang diterbitkan IFAB.
Meski tayangan ulang televisi tidak memperlihatkan sentuhan tersebut secara jelas, sensor di dalam bola mampu mendeteksi adanya kontak sehingga menjadi dasar utama keputusan wasit.
Wasit Tetap Ambil Keputusan Akhir
Dalam prosesnya, wasit asal Norwegia, Espen Eskås, tetap dipanggil menuju monitor Video Assistant Referee (VAR) sebelum mengesahkan keputusan pembatalan gol.
Hal ini memicu pertanyaan publik mengenai mengapa wasit masih harus melakukan peninjauan apabila data sensor bola sudah menunjukkan adanya sentuhan pemain.
FIFA menegaskan bahwa teknologi hanya berfungsi sebagai alat bantu. Data dari sensor bola dan sistem SAOT akan memberikan rekomendasi kepada tim VAR, sedangkan keputusan akhir tetap berada di tangan wasit di lapangan.
Model tersebut sengaja dipertahankan agar unsur penilaian manusia tetap menjadi bagian dari proses pengambilan keputusan, meski didukung teknologi dengan tingkat akurasi yang jauh lebih tinggi.
Teknologi Baru, Perdebatan Baru
Piala Dunia 2026 menjadi turnamen pertama yang menerapkan kombinasi penuh antara Connected Ball Technology dan Semi-Automated Offside Technology.









