Para pejabat menyalahkan Taliban atas pembunuhan tersebut, meskipun beberapa pembunuhan telah diklaim oleh ISIS.
Sekitar 1.000 pekerja media Afghanistan telah meninggalkan pekerjaan mereka, sebuah komite keselamatan wartawan Afghanistan mengatakan hal ini pada Mei.
“Ancaman dan kekerasan terhadap jurnalis berdampak langsung pada media dan mempersulit pekerjaan mereka,” kata RSF.
(red/kompas.com)




