Gamhas Desak Tutup PT Position dan Bebaskan 11 Warga Maba Sangaji

oleh -228 views

Porostimur.com, Sofifi – Suasana Bundaran Ibu Kota Sofifi, Kamis sore (24/7/2025), berubah menjadi pusat gelombang protes. Puluhan mahasiswa dari Komite Gerakan Mahasiswa Pemerhati Sosial (GAMHAS) Maluku Utara turun ke jalan, menuntut pemerintah segera menutup PT Position dan membebaskan 11 warga Maba Sangaji yang kini masih ditahan aparat.

Dengan kibaran bendera organisasi dan teriakan nyaring melalui megafon, para mahasiswa menyuarakan kegeraman mereka. Sebuah spanduk besar bertuliskan “BEBASKAN 11 WARGA MABA SANGAJI TANPA SYARAT, MEREKA BUKAN PREMAN” terbentang di tengah massa, menjadi simbol perlawanan terhadap kriminalisasi warga adat.

Yang Membela Haknya, Malah Dituduh Pembuat Onar

Ketua Komite GAMHAS, Baskara, menjadi orator pertama. Ia menegaskan bahwa negara saat ini tampak lebih berpihak kepada kepentingan korporasi ketimbang melindungi rakyatnya sendiri.

Baca Juga  Menang Tipis 1-0 atas Burnley, Arsenal Kian Dekat ke Gelar Premier League

“Mereka yang menolak penggusuran adalah orang-orang yang mempertahankan ruang hidupnya. Tapi malah dituduh pembuat onar,” tegasnya.

Baskara menyinggung berbagai daerah kaya tambang seperti Papua, Konawe, dan Sulawesi Selatan, yang menurutnya justru memperlihatkan ironi: rakyat tetap hidup dalam kemiskinan, sementara keuntungan mengalir ke perusahaan-perusahaan besar.

“Yang sejahtera justru hanya korporasi asing. Kita tidak ingin hal serupa terjadi di Maluku Utara,” katanya lantang.

No More Posts Available.

No more pages to load.