Namun menurut Ndarboy, saat proses akhirnya pun sempat mengalami sedikit tantangan, karena ketika proses mixing-mastering harus menggabungkan dua warna musik yang berbeda. Transisi dari musik dangdut ke pop dan begitu sebaliknya. Ornamen gamelan Bali yang ditampilkan pun juga harus terasa di lagu tersebut.
“Dari segi aransemen ada yang Ndarboy banget dan ada yang Dewa Budjana banget. Sound design-nya juga seperti yang kami berdua bayangkan, semua bisa nge-blend saat hasil akhirnya,” ucap Ndarboy.
Ndarboy membeberkan bahwa lagu ‘Kudu Nangis’ termasuk unik, karena secara tidak sengaja menjadi lagu lanjutan karya terdahulunya yang sangat viral pada akhir tahun 2020.
“Uniknya di lagu ‘Kudu Nangis’ ini adalah lagu perkembangan dari single-ku sebelumnya, ‘Ojo Nangis’. Pesan lagunya pun hampir sama, intinya mengikhlaskan, sing uwis yo uwis,” kata Ndarboy.
Mengenai cerita keseluruhan tentang liriknya, ‘Kudu Nangis’ menceritakan tentang perasaan seseorang yang sudah tidak bisa terlalu lama memendam masalah. Kalau kata orang Jawa, ‘Ojo dipendem ndak dadi penyakit’. Maka tak semua masalah harus dipendam, keluarkan meski kita harus menangis pun tak apa.
“Yang saya tangkap dari lirik Ndarboy, cowok pun di sini juga bisa nangis. Kalau memang waktunya nangis ya nangis aja nggak papa,” tambah Dewa Budjana.










