Selanjutnya, partisipan ditanya soal tingkatan keinginan untuk menggunakan heroin dan tingkat kecemasan mereka.
Tak hanya itu, peneliti juga melihat kondisi detak jantung dan kortisol alias hormon stres. Satu minggu setelah pemberian terakhir, keinginan untuk menggunakan heroin bagi kelompok yang mendapatkan CBD berkurang tiga kali lipat daripada kelompok plasebo.
Hurd menambahkan, tidak ada perbedaan signifikan antara dua kelompok yang diberi CBD dengan dosis berbeda.
Kendati terbukti mengurangi keinginan penggunaan heroin, Hurd mengatakan, masih diperlukan penelitian lanjutan. Dia berencana untuk melakukan studi yang lebih panjang hingga enam bulan. Ganja memiliki potensi untuk menjadi obat.
“Kami mengembangkan obat. Kami tidak mengembangkan ganja untuk kegiatan rekreasional,” ucapnya. (red)




