Garis Tipis antara Damai atau Neraka “Ketika Kapal Perusak AS Dipermalukan di Tengah Perundingan Islamabad”

oleh -616 views

๐๐š๐›๐š๐ค ๐Š๐ž๐ฅ๐ข๐ฆ๐š: ๐๐ž๐ซ๐ฎ๐ง๐๐ข๐ง๐ ๐š๐ง ๐ฒ๐š๐ง๐  ๐“๐ž๐ซ๐ฎ๐ฌ ๐๐ž๐ซ๐ฃ๐š๐ฅ๐š๐ง

Meskipun ketegangan sempat memuncak, perundingan di Islamabad dilaporkan berlanjut ke tahap teknis pada Sabtu sore .

Agenda yang dibahas mencakup dua isu utama: pencairan aset Iran yang dibekukan di beberapa negara, yang menurut laporan telah disetujui AS , serta situasi di Lebanon, di mana Iran menolak klaim bahwa gencatan senjata penuh telah tercapai mengingat serangan Israel yang terus berlanjut di Lebanon selatan .

Kehadiran empat komandan senior IRGC dalam delegasi Iran, sebagaimana dilaporkan oleh sumber Pakistan , juga menegaskan bahwa militer memiliki kursi di meja perundinganโ€”bukan sekadar penonton. Ini adalah pengakuan implisit bahwa perjanjian apa pun yang dihasilkan harus mendapat persetujuan dari mereka yang memegang kendali kekuatan di lapangan.

Sementara itu, di luar tembok Hotel Serena, militer Iran tetap dalam status “jari di pelatuk” . Pusat Komando Khatam al-Anbiya telah menyatakan bahwa angkatan bersenjata Iran siap tempur, dan setiap serangan lanjutan terhadap kepentingan Iranโ€”baik di Lebanon maupun di tempat lainโ€”akan dibalas dengan “serangan yang lebih menghancurkan dan menyakitkan.”

Baca Juga  Menlu AS: Kesepakatan Iran yang Solid Segera Tercapai

๐„๐ฉ๐ข๐ฅ๐จ๐ : ๐†๐š๐ซ๐ข๐ฌ ๐“๐ข๐ฉ๐ข๐ฌ ๐€๐ง๐ญ๐š๐ซ๐š ๐๐ž๐ซ๐๐š๐ฆ๐š๐ข๐š๐ง ๐๐š๐ง ๐๐ž๐ซ๐š๐ค๐š

No More Posts Available.

No more pages to load.