Oleh: Tarmidzi Yusuf, Pegiat Dakwah dan Sosial
PARTAI Persatuan Pembangunan (PPP) atau Partai Ka’bah sedang bergejolak. Benarkah ada kaitannya dengan Pilpres 2024?
Suharso Monoarfa, Ketua Umum PPP dicopot dari posisinya sebagai Ketua Umum oleh tiga Majelis PPP, yaitu Majelis Syariah, Majelis Kehormatan, dan Majelis Pertimbangan.
Spekulasi berkembang. Suharso Monoarfa dicopot lantaran PPP bergabung dengan Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) yang digadang-gadang akan mencalonkan sosok lain yang tidak dikehendaki arus bawah PPP. Sosok yang tidak akan mendongkrak perolehan suara PPP karena berbeda ideologi dan basis massa.
Momentum ‘Amplop Kyai’ hanya wasilah untuk mencopot Suharso Monoarfa lantaran sikap politiknya yang berbeda dengan arus bawah PPP yang menghendaki PPP mencalonkan Anies Rasyid Baswedan sebagai calon presiden dari PPP.
Gejolak PPP membuat dukungan terhadap pencalonan Anies Rasyid Baswedan sebagai calon presiden dari PPP menguat. PPP bersama-sama dengan NasDem dan PKS kemungkinan besar akan berkoalisi. Gabungan ketiga partai politik ini sudah cukup mengantarkan Anies Rasyid Baswedan sebagai calon presiden 2024. Kado manis buat pendukung ABW sapaan akrab Anies Rasyid Baswedan diakhir masa jabatan sebagai Gubernur DKI Jakarta.









