Geliat PETI Gunung Botak, Masyarakat: Kami Selalu Dicegat Kalau Mau Ambil Material

oleh -114 views
Link Banner

Porostimur.com | Namlea: Penambangan ilegal di Gunung Botak alias GB pulau Buru yang konon masih terus bergeliat, ternyata belum bisa dibuktikan secara jelas.

Hal ini dibuktikan dari pantauan media ini ke lokasi tambang ilegal Gunung Botak beberapa saat lalu. Dalam pantauan langsung di wilayah GB khususnya lokasi Lubang Janda yang dikabarkan menjadi pusat penggalian baru baru ini juga tidak terlihat adanya aktifitas disana.

Di lokasi bahkan awak media hanya menemukan bekas lubang lubang galian yang telah ditimbun atau ditutup. Tidak ada aktifitas apapun disana yang menunjukan adanya proses PETI.

Melalui jalur extrim, media ini juga sempat menelusuri setiap sudut wilayah Gunung Botak, namun hasilnya tidak satupun dapat dijumpai adanya penambang atau peralatan penambang untuk dijadikan bukti alias nihil.

Link Banner

Salah satu masyarakat yang berdomisili di sekiatar lokasi tambang Gunung Botak, Ibu Tami menyebutkan, tidak ada aktivitas penambangan yang diijinkan oleh aparat keamanan. Kata Ibu Tami, memang benar ada penambang yang masuk ke areal tambang Gunung Botak, namun secara sembunyi-sembunyi.

Baca Juga  Warning 79 ASN Yang Menjadi Temuan BPK, Inspektorat Malut Beri Batas Pengembalian 17 Mei

“Iya benar, ada penambang yang masuk ke areal Gunung Botak, tapi secara sembunyi-sembunyi. Kucing-kucingan dari aparat keamanan yang bertugas di sini. Aparat yang ada semua di sini sangat ketat. Tidak boleh masuk. Sementara kami hanya mencari sesuap nasi bukan mencari untuk menjadi kaya. Akhirnya, kami harus sembunyi-sembunyi,” keluhnya.

Disinggung soal jalan masuk penambang yang terhindar dari pandang mata aparat keamanan, katanya sangat banyak jalan masuk menuju lokasi tambang.

XAparat hanya sedikit, areal tambang sangat besar. Penambang akan masuk lewat jalur dimana tidak ada aparat keamanan disitu. Dan saat kehadiran penambang tertangkat mata aparat, penambang pasti secepatnya lari, karena jika dikejar aparat juga belum tentu sampai dengan cepat mengingat jarak dan kondisi jalan yang terjal,” jelasnya.

Baca Juga  Hasil La Liga: Real Sociedad vs Real Madrid 0-0. Simak 5 Fakta Menarik Ini

Untuk itu, dirinya berharap agar Pemerintah Daerah Kabupaten Buru dan Pemerintah Provinsi Maluku bisa secepatnya membuka lokasi tambang secara resmi agar tidak lagi ada kucing-kucingan dengan aparat keamanan serta tidak ada lagi kesusahan ekonomi seperti sekarang ini.

“Untuk pemerintah tolonglah lihat kondisi kita. Kami minta tambang ini kembali di buka. Jangan kita maen kucing kucingan terus. Kami ini butuh uang. Anak saya sudah dia orang putus kuliah karna tambang tutup. Tambah lagi sekarang sudah dekat puasa. Kami mau dapat uang dari mana. Tolong lah pak,” keluhnya. (ima)