NHM Pecat Dua Karyawan yang Viral di Medsos

oleh -468 views
Link Banner

Porostimur.com | Ternate: Dua karyawan magang perusahaan tambang emas di Maluku Utara, PT Nusa Halmahera Minerals (NHM), Prilly Pinontoan dan Dandy M. Reza langsung dikeluarkan dari perusahaan.

Langkah tegas ini diambil pihak manajemen PT. NHM setelah keduanya viral di media sosial dan diberitakan sejumlah media di Maluku Utara, lantaran mengaku membuang berkas pelamar saat siaran langsung Instagram.

Hal ini diungkapkan Presiden Direktur PT NHM, Robert Nitijudo Wachjo, Kamis (11/3/2021) seperti dilansir dari tandaseru.com.

“KIta lagi investigasi siapa di belakang mereka. Tapi yang jelas mereka sudah keluar. Kita harus bersatu memperbaiki lingkungan (internal) kita. Setelah itu baru Halmahera Utara dan Maluku Utara,” tegas Robert.

Menurut Robert, informasi yang diterimanya kedua oknum karyawan tersebut memang banyak tingkah. Prilly merupakan ponakan salah satu kepala dinas di Halmahera Utara, sedangkan Dandy ponakan Ketua Serikat Pekerja NHM, Iswan Marus.

Baca Juga  Satgas Yonif 734/SNS Beri Pengobatan Gratis Kepada Warga

“Yang cowok itu tidak mau gabung sama anak-anak magang. Maunya tidur sama orang Serikat. Kehadirannya di Relation (HRD, red) semuanya nggak berani negur. Dia udah kayak bos, karena merasa didukung sama Serikat. Orang-orang kayak begini terlalu berani,” bebernya.

Robert menegaskan, insiden tersebut tak bisa didiamkan. Manajemen langsung bergerak melakukan investigasi dan memberikan sanksi kepada dua karyawan tersebut.

“Aku marah banget. Kurang ajar. Ini sedih banget. Orang-orang sudah melamar, mengharapkan kerjaan, sudah berdoa mohon kepada Allah, terus lamarannya dibuang. Kurang ajar,” kecamnya.

Terpisah, Manager Human Resource Departement PT NHM, Safrudin menjelaskan, perbuatan dua karyawan yang berada di departemennya itu bersifat bercanda.

Baca Juga  Haris Moti: Kartel Farmasi Sedang Berebut Pengaruh Istana Negara!

“Karena tidak ada berkas lamaran yang dibuang. Mungkin candaannya itu untuk ke teman-temannya,” katanya.

“Tapi keduanya sudah dipulangkan. Sanksinya jelas, mereka sudah tidak boleh bekerja lagi,” ujar Safrudin.

Safrudin menambahkan, apprentice atau magang merupakan program kemitraan PT NHM dengan perguruan tinggi yang ada di Maluku Utara. Program ini membuka kesempatan bagi lulusan perguruan tinggi untuk magang di PT NHM.

“Jika dalam masa magang dinilai bagus, yakni memiliki kompetensi dan perilaku baik, maka tidak menutup kemungkinan akan diangkat menjadi karyawan,” jelasnya. (red/tsc)