Gelombang Panas Ekstrem Kembali Terjang Eropa, Ilmuwan Ungkap Penyebabnya

oleh -9 views
Gelombang panas ekstrem kembali melanda sejumlah negara di Eropa dengan suhu yang terus memecahkan rekor. Fenomena cuaca ini dilaporkan telah menyebabkan ribuan kematian dan memicu berbagai gangguan di sejumlah wilayah.

“Jet stream terjebak dalam sebuah putaran, sehingga memaksa sistem cuaca lainnya bergerak mengelilinginya,” ujarnya.

Akibat minimnya gangguan cuaca yang mampu memecah pola tersebut, omega block dapat bertahan selama berhari-hari bahkan berminggu-minggu. Kondisi itu menyebabkan panas terus terakumulasi sehingga suhu udara semakin meningkat.

Senada dengan itu, Kepala Meteorologi Met Office Inggris, Will Lang, mengatakan pola tersebut mampu mempertahankan dirinya sendiri dalam waktu yang cukup lama.

“Karena itulah disebut blocking. Ketika pola meteorologi ini terbentuk, kondisinya bisa terus menguat dengan sendirinya dalam waktu yang cukup lama,” katanya.

Sementara itu, peramal cuaca dari badan meteorologi Prancis, Sebastien Leas, mengibaratkan fenomena tersebut seperti “penyedot debu” yang menarik udara panas dari Afrika Utara lalu mendorongnya ke Eropa melalui aliran udara yang sangat kuat.

Baca Juga  Galak di Fase Grup, Jerman Langsung Keok di Babak Gugur

Berpotensi Membentuk Heat Dome

Apabila pola omega block bertahan dalam kondisi stabil, sistem tekanan tinggi itu dapat berkembang menjadi heat dome atau kubah panas.

Fenomena ini bekerja layaknya tutup panci yang memerangkap panas di bawahnya. Udara yang turun akibat tekanan tinggi mengalami kompresi sehingga suhunya semakin meningkat, sementara panas di permukaan bumi tidak dapat dilepaskan ke atmosfer.