Gempa Tehoru, Air Laut Pasang, Tanah Amblas & Sejumlah Bangunan Rusak

oleh -1.283 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,1 mengguncang Maluku Tengah pukul 13.43 WIT. Menurut BMKG, pusat gempa berlokasi 3,39 LS dan 129,56 atau sekitar 67 kilometer tenggaara Maluku Tengah, dengan kedalaman 10 kilometer di bawah permukaan laut. 

Gempa dirasakan di Masohi, Kecamatan Tehoru, Bula Seram Bagian Timur, dan Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat sebesar III MMI.

Melalui peringatan BMKG, Pemerintah Desa lokasi tetdampak telah meminta warga untuk menjauhi garis pantai dan mencari lokasi yang tinggi dan aman.

Gempa mengakibatkan sejumlah bangunan dan rumah milik warga di Kecamatan Tehoru rusak parah.

“Kami sampai saat ini masih mendata kerusakan, namun dari informasi petugas kami, sementara ini ada sekitar belasan bangunan yang mengalami kerusakan akibat gempa tersebut,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Maluku Tengah Latief Key.

Baca Juga  Salah Menggila, Liverpool Lari Kencang di Klasemen

Akibat gempa itu, warga di sana berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri ke lokasi yang lebih aman, mengantisipasi tsunami yang berpotensi terjadi setelah gempa.

“Warga panik, goncangan gempa kuat sekali. Yang tinggal di bawah dan dekat pantai sudah mengungsi ke dataran tinggi,” kata seorang pegawai Kantor Camat Tehoru, Saifuddin Silawane, saat dihubungi via sambungan telepon di Ambon.

Menurut Saifuddin, semula warga tidak begitu begitu panik saat gempa pertama terjadi sekitar pukul 12.22 WIT; mereka hanya keluar dari dalam bangunan rumah. Warga mulai berlarian mengungsi ke dataran yang lebih tinggi saat gempa susulan magnitudo 6,1.

Saat gempa magnitudo 6,1 terjadi, air laut yang sedang surut tiba-tiba pasang dengan ketinggian mencapai kurang lebih dua meter dari dinding talud pembatas pesisir dan tampak bergelombang selama lebih dari satu jam.

Baca Juga  Jokowi Mania: PT GSI Sudah 7 Kali Ubah Akta untuk Samarkan Bisnis PCR

Fenomena itu menambah kepanikan warga yang berada di kawasan pesisir pantai setempat.

“Air laut sempat naik dan masih bergelombang sampai pukul 15.00 WIT, ombaknya cukup kuat dari arah tengah laut ke pesisir pantai,” kata Saifuddin.

Gempa juga menyebabkan tanah ambles di Dusun Mahu, Desa Tehoru, Kecamatan Tehoru, Kabupaten Maluku Tengah.

“Ada tanah yang ambles cukup dalam di dekat rumah warga dusun kami dan sempat membuat warga panik, tapi sudah kami beri arahan,” kata Kepala Desa Tehoru Hud Silawane.

Tanah ambles terjadi di dua lokasi dengan kedalaman kurang lebih antara 6-8 meter. Meski lokasi tanah yang ambles berdekatan dengan rumah warga, tidak menimbulkan korban jiwa. “Kami hanya meminta warga agar berhati-hati dan keluar dari rumah, takutnya ada gempa susulan yang membuat retakan melebar,” katanya.

Baca Juga  ASN Tak Netral di Pilkada Datanya Diblokir dan Haknya Tak Dilayani

Selain itu, rumah warga di Dusun Mahu rusak ringan dan sedang, 2 rumah rusak ringan, dan 1 rusak berat di Dusun Pasalolu, serta pagar tembok Mushala Nurul Jami, Desa Tehoru, roboh.

Selain kerusakan bangunan dan tanah ambles, belum ada laporan korban jiwa akibat gempa bumi di Kecamatan Tehoru.

Pemerintah desa juga telah mengimbau warga yang bermukim di kawasan pesisir di Desa Tehoru, Dusun Mahu, dan Pasalolu, untuk waspada terhadap gempa susulan dan mengungsi ke dataran lebih tinggi.

(tim/bs)

No More Posts Available.

No more pages to load.