Pengembangan Berbasis Keunggulan Daerah
Sebelumnya, Kementerian Pertanian menargetkan pengembangan perkebunan nasional melalui program pembibitan yang mencakup lahan seluas 870 ribu hektare di berbagai wilayah.
Amran menjelaskan, pengembangan komoditas dilakukan berdasarkan keunggulan komparatif masing-masing daerah, termasuk kondisi agroklimat, karakteristik lahan, serta pengalaman masyarakat setempat.
“Program ini dibangun berdasarkan keunggulan komparatif, kondisi agroklimat setempat, dan budaya masyarakat setempat supaya lebih mudah dijalankan,” ujarnya.
Pendekatan tersebut dinilai penting untuk meningkatkan efektivitas program sekaligus menekan biaya distribusi bibit antarwilayah.
Dorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah
Dengan percepatan hilirisasi kelapa, pemerintah berharap dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah, membuka lapangan kerja baru, serta meningkatkan kesejahteraan petani.
Selain itu, keberadaan industri pengolahan di daerah diharapkan mampu memperkuat rantai pasok nasional dan meningkatkan kontribusi sektor perkebunan terhadap perekonomian nasional.
(Kayla)
Porostimur.com berkomitmen memberikan fakta jernih, terpercaya, dan berimbang. Simak berita dan artikel terbaru kami di: WhatsApp Channel porostimur.com









