Porostimur.com, Jakarta – Pemerintah terus mempercepat program hilirisasi sektor pertanian dan perkebunan guna meningkatkan nilai tambah komoditas nasional, dengan salah satu fokus utama pada pengembangan industri kelapa di daerah penghasil.
Upaya tersebut ditandai dengan pembangunan fasilitas pengolahan kelapa di sejumlah wilayah, termasuk di Maluku Utara yang kini mulai memasuki tahap operasional.
Pabrik Kelapa Mulai Dibangun di Sentra Produksi
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, mengatakan percepatan hilirisasi dilakukan dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk badan usaha milik negara (BUMN) sektor pangan.
“Nah, kemudian selanjutnya hilirisasi kelapa, kita kejar,” ujar Amran dalam jumpa pers di Istana Negara, Jumat (19/6/2026).
Ia mengungkapkan, pembangunan fasilitas pengolahan kelapa terus berjalan di sejumlah daerah sentra produksi, termasuk di Maluku Utara.
“Hilirisasi kelapa, pabriknya sudah terbangun di Maluku Utara, satu sudah selesai. Insyaallah tahun ini selesai dua di sana,” katanya.
Strategi Tingkatkan Nilai Tambah dan Ekspor
Program hilirisasi ini merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk meningkatkan nilai tambah komoditas ekspor sekaligus memperkuat daya saing sektor perkebunan nasional.
Dengan adanya pabrik pengolahan di daerah penghasil, diharapkan komoditas kelapa tidak lagi dijual dalam bentuk mentah, melainkan diolah menjadi produk bernilai tinggi.









