Gentengisasi

oleh -26 Dilihat

Oleh: Made Supriatma, Peneliti dan jurnalis lepas. Saat ini bekerja sebagai visiting research dellow pada ISEAS-Yusof Ishak Institute, Singapore

Prabowo berkeluh kesah bahwa atap rumah-rumah Indonesia kelihatan jelek karena memakai seng. Dia lebih suka rumah-rumah Indonesia memakai genteng. Itu diucapkannya dalam Rakornas 2026. Dan tentu, para pegawai negara yang hadir di sana bertepuk tangan riuh rendah. Seakan mengamini itu sebagai ide jenius.

Kalau Anda menduduki tahta tertinggi di sebuah negeri, para punggawa dan gedibal itu akan bertepuk. Apapun yang Anda katakan. Salah atau benar. Pokoknya bertepuk dulu. Soraki dulu. Jilati dulu. Soal itu masuk akal apa nggak, soal itu benar atau nggak, soal itu ada dalam kemampuan kantong atau tidak, itu semua bisa diurus belakangan.

Baca Juga  Laporan ke Atas Harus Baik!

Dan, penguasa tahta tertinggi itu biasanya senang. Dia hanya tahu hal-hal yang menyenangkan dirinya. Jarang dia tidak bisa tidur karena memikirkan ketidaksenangan orang lain.

Tentu ide ini bersambut. Sama seperti ide lain yang dilontarkan oleh Prabowo dalam pidatonya yang panjang dan tampak inkoheren (tidak padu dan lompat sana sini) itu.

Ketika dia merutuki pantai-pantai Bali yang penuh sampah, dan menginstruksikan “korve, korve, korve” kepada PNS, TNI/Polri, dan anak-anak sekolah, esoknya dengan sigap mereka semua ke pantai dan membersihkan semua sampah dari Kuta sampai Kedonganan.

No More Posts Available.

No more pages to load.