Golkar Desak Pemerintah Tegas Sikapi Gugurnya Tiga Prajurit TNI di Lebanon

oleh -11 Dilihat
Wakil Ketua Umum Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia, menilai serangan yang menewaskan prajurit TNI yang tergabung dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional, termasuk Konvensi Jenewa.

“Melihat semua pelanggaran itu, kita sebagai bangsa berdaulat harus mengutuk keras aksi tersebut, karena mencederai nilai-nilai kemanusiaan. Apalagi dengan adanya korban dari TNI, seharusnya menjadi dasar untuk meningkatkan tekanan kita,” ujarnya.

Soroti Pelanggaran Berulang Israel

Doli juga menyoroti rekam jejak Israel dalam konflik di Timur Tengah. Ia menyebut, sepanjang 2025 terdapat lebih dari 8.300 serangan yang dilakukan Israel ke wilayah Palestina.

Serangan tersebut, kata dia, mencakup berbagai bentuk pelanggaran, mulai dari dugaan genosida, pendudukan ilegal, hingga penggunaan kekuatan berlebihan.

“Tidak ada gunanya kita berbicara soal perdamaian jika di saat yang sama tindakan kekerasan terus dilakukan. Ini adalah bentuk pembangkangan terhadap nilai-nilai kemanusiaan,” tegasnya.

Evaluasi Keanggotaan Forum Perdamaian

Selain itu, Doli juga mendorong pemerintah untuk meninjau ulang keterlibatan Indonesia dalam forum Board of Peace (BoP) yang diinisiasi Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Baca Juga  PMKRI Ambon Desak Pangdam Pattimura Hentikan Permanen Proyek di Sungai Waitomu

Ia menilai, keanggotaan Israel dalam forum tersebut menjadi kontradiktif dengan praktik di lapangan yang justru menunjukkan eskalasi kekerasan.

“Tidak ada gunanya kita duduk bersama di forum tersebut berbicara tentang perdamaian, namun di saat yang sama mereka melakukan genosida dan kampanye kekerasan ke mana-mana,” katanya.

No More Posts Available.

No more pages to load.