Golkar Dorong Pimpinan Parpol Segera Bahas Putusan MA soal Suket Pendidikan Gibran

oleh -10 Dilihat
Wakil Ketua Umum Partai Golkar sekaligus anggota Komisi II DPR RI Ahmad Doli Kurnia, mengatakan persoalan hukum terkait ijazah dan persyaratan pencalonan Gibran pada Pilpres 2024 hampir mencapai tahap akhir. Karena itu, pembahasan selanjutnya dinilai perlu diarahkan pada langkah politik di tingkat parlemen.

Ia menempatkan aspirasi masyarakat sebagai pertimbangan utama. Menurutnya, suara rakyat harus benar-benar didengarkan secara objektif dan tidak boleh diabaikan dalam menentukan sikap politik.

“Kepentingan rakyat di atas segalanya. Jadi aspirasi rakyat itu harus betul-betul didengar ya yang genuine,” ujarnya.

Doli Ingatkan Jangan Picu Polarisasi

Selain kepentingan rakyat, Doli mengingatkan agar setiap keputusan tetap berlandaskan konstitusi, peraturan perundang-undangan, serta etika kehidupan berbangsa dan bernegara.

Ia menilai, prinsip negara hukum harus menjadi pijakan agar persoalan tersebut tidak berkembang menjadi polemik yang justru merusak tatanan demokrasi dan kehidupan bernegara.

Doli juga meminta agar langkah politik yang ditempuh tidak sampai mengganggu keberlangsungan penyelenggaraan negara maupun pemerintahan. Lebih dari itu, keputusan yang diambil harus mampu mencegah munculnya polarisasi dan perpecahan di tengah masyarakat.

Baca Juga  MA Nyatakan Suket Pendidikan Gibran Tidak Sah, Margarito dan Hamdan Zoelva Bilang Begini!

“Apapun keputusan yang diambil itu harus tetap memastikan ya penyelenggaraan negara tetap berjalan, penyelenggaraan pemerintahan itu tetap juga berlangsung, gitu ya. Tidak kita sebisa mungkin menghindari terjadinya ya polarisasi bahkan ada keterbelahan di masyarakat,” tuturnya.

PKS Sebut Putusan MA Fakta Hukum

Desakan agar persoalan tersebut ditindaklanjuti juga disampaikan Ketua Kelompok Fraksi (Kapoksi) PKS Komisi II DPR RI, Mardani Ali Sera.

No More Posts Available.

No more pages to load.